ACEH  

Ketua PTA: Profesi Tukang Jangan Dipandang Rendah

RADARINDO.co.id – Aceh : Profesi tukang tidak boleh dipandang rendah. Jika tukang memiliki kompetensi dan sertifikasi, mereka juga akan mampu bersaing dalam pembangunan dan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

Baca juga: Sikap Komisi Penyiaran Aceh Dukung Awasi HP ASN Tuai Sorotan

“Pada prinsipnya, tukang di Aceh punya kemampuan luar biasa. Tapi mereka membutuhkan pendidikan khusus tentang attitude, kedisiplinan, dan tentu saja sertifikasi keahlian. Itu yang membedakan tukang biasa dengan tenaga profesional,” ungkap Ketua Dewan Penasehat Persatuan Tukang Aceh (PTA), Isa Alima, dilansir, Selasa (16/9/2025).

Isa menyebut, perusahaan besar yang menggarap proyek di Aceh selalu menuntut legalitas keahlian dari tenaga kerja. Menurutnya, tanpa sertifikat, tukang lokal akan sulit diberi kesempatan.

Namun katanya, kesempatan tukang lokal untuk mendapatkan pelatihan masih terbatas, padahal Aceh sudah memiliki lembaga pelatihan di bawah Disnaker maupun Dinas Pekerjaan Umum.

“Kalau tukang tidak diberi akses pelatihan dan sertifikasi, selamanya mereka tidak akan berdaya. Karena perusahaan besar tidak hanya melihat skill lapangan, tapi juga menilai kerapian, attitude, dan kedisiplinan. Semua itu diukur lewat sertifikasi,” ujarnya.

Baca juga: Personil Polsek TBS Himbau Warga Jaga Keamanan

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak meremehkan profesi tukang. Sebab, katanya, tanpa tukang, pembangunan tidak akan berjalan.

“Jangan merasa tukang itu hina. Justru tukang adalah kelas nomor satu. Tanpa tukang, pembangunan tidak akan pernah berdiri,” pungkasnya. (KRO/RD/Ajn)