Komidi III DPRD Kabupaten Samosir Adakan Rapat Kerja Dengan Dinas Lingkungan Hidup

65

RADARINDO.co.id-Samosir : Komisi III DPRD Kabupaten Samosir mengadakan bersama Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir bertempat di ruang Rapat Komisi III DPRD Kabupaten Samosir.

Terkait evaluasi Proram kegiatan Tahun Anggaran 2020 dan 2021, Selasa (19/01/2021).

Pada pembukaan rapat disapaikan rapat di sampaikan Drs Jonner Simbolon salaku Ketua Komisi III selain agenda rapat ini ditambahkan bahwa adanya surat masuk orgnisasi Gerakan Muda Mudi Desa Hariara Pintu.

Terkait dengan penempatan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Desa Hariara Pintu. Adanya TPA itu dikhawatirkan akan dapat menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitar karena belum ada pengelolaan secara profesional.

“Disamping itu, harus sinergi atapun kesepakatan pengelolaan pariwisata di Aek Natonang antara UPTD Kebun Raya dan Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir,” kata Ketua Komoisi III.

Sementara itu, Sudion Tamba selaku kepala Dinas Lingkungan Hidip Kabupaten Samosir menjelaskan bahwa untuk progaram dan kegiatan pada tahun 2020 tidak ada belanja modal karena adanya refocusing. Namuan secara umum semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan realisasi sebesar 97,26%.

“Untuk tahun 2021, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir mendapat bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup berupa 2 unit truk sampah, beca motor sebanyak 6 unit dan 11container,” ujar Kadis.

Progaram dan kegiatan tahun 2021 ada juga pembangunan di TPS Nainggolan, Pengadaan bibit, Pembuatan Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk dokumen RPJMD berikutnya. Pengadaan lampu jalan di Kecamatan Sitio tio, pengadaan tong sampah.

Terkait TPA di Desa Hariara pintu memang kami akui bahwa pengelolaan belum maksimal akan tetapi sesuai dengan prosedur akan tetap kami lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan khususnya penanganan sampah serta menghinghindari efek-efek negatif bagi masyarakat dan tahun 2021 akan dibenahi.

Untuk pengangkutan sampah yang mengalami kendala hal ini disebabkan kondisi jalan menuju Tempat Proses Akhir Desa Hariara pintu rusak dan kami sudah koordinasikan dengan Bidang Alat Berat untuk memperbaiki jalan masuk itu, Ujar Sudion Tamba.

Untuk pengelolaan Arboretum Aek Natonang akan dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir sehingga kedepan pengelolaannya dapat lebih baik.

Untuk tahun kegiatan 2021 direncanakan penyusunan master plan Aek Natonang.
Untuk kegiatan di UPTD Laboratorium dijelaskan ada pengujian kwalitas lingkungan yakni kualitas air di 12 Lokasi, perbaikan IPAL Laboratorium, kalibrasi, pengadaan logistik lab.

Untuk pengukuran mutu air Danau Toba minus 2 dengan kategori cemar ringan, ujar Kepala UPTD Laboratorium.

Hal lain ditamnahkan oleh Parluhutan Samosir bahwa fungsi konservasi di Arboretum Aek Natonang perlu di tingkatkan agar nantinya dapat sejalan dengan fungsi lainnya diantaranya Fungsi Pendidikan Lingkungan dan Pariwisata.

Pun disampaikan oleh Pantas Marroha Sinaga bahwa diperlukan penanganan sumber-sumber air di dua kecamatan yakni Kecamatan Sirio tio dan Kecamatan Harian, kami melihat sumber air di dua kecamatan itu semakin berkurang, Ujarnya.

Selain itu diperlukan pengawasan maupun tindakan tegas terhadap prngambilan / penyadapan getah pohon pinus. Apabila tidak sesuai aturan harus ada tindakan tegas, Katanya.

Sebelum menutup Rapat Kerja, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Samosir menyarankan agar dibuat Tanda maupun imformasi terhadap kwalitas air disumber air agar masyarakat dapat mengetahui layak atau tidanya air itu dikonsumsi.

Terobosan lain diperlukan yakni Pengelolaan limbah eceng gondok dirumah kompos untuk dijadikan Kompos. Kami Sarankan Dinas lingkungan Hudup dapat lebih kreatif dan inovatif dalam pengelolaan limbah, sampah maupun hal lainnyasehingga pecemaran lingkungan dapat dikurangi dan Keberlanjutan Kelesrian lingkungan dapat terpelihara dengan baik. Katanya mengkhiri rapat kerja. (KRO/RD/P. Simbolon)