KPK “Ditantang” Usut Dugaan Penyeludupan Jutaan Ton Nikel

30

RADARINDO.co.id – Jakarta : Terungkap ke permukaan adanya dugaan penyelundupan jutaan ton ore nikel ilegal ke China. Atas dasar itu, Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) meminta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan penyelundupan ore nikel tersebut.

Baca juga : Polisi OTT Kasus Fee Proyek Irigasi Rp 300 Juta

Ketua Umum Aspebindo, Anggarawira menilai, praktik pengiriman ore nikel secara ilegal ke China tak hanya merugikan negara. Tetapi juga merugikan para pelaku industri yang taat pada aturan pemerintah.

“Kami minta aparat penegak hukum termasuk KPK untuk menyelidiki dan mengusut tuntas praktik-praktik culas macam ini,” kata Anggawira, melansir kontan, Sabtu (01/7/2023).

Menurutnya, praktik ilegal bukan hanya dilakukan pelaku usaha semata. Namun, ia menduga ada pegawai pemerintah yang mencoba mempermulus ekspor ore nikel ilegal ke China.

Anggawira meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan dipastikan seluruh pihak terlibat dapat dijatuhi hukuman yang setimpal.

Baca juga : Bupati Samosir Panen Bawang Merah Bersama Kelompok Tani Maju

Pemerintah sendiri memang telah melarang ekspor nikel secara mentah ke luar negeri sejak Januari 2020 silam, sesuai dengan amanat Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba) Nomor 4 Tahun 2009. “Kami selaku pelaku industri mineral dan batubara mendukung penuh kebijakan pemerintah soal larangan ekspor mineral mentah demi menambah value added. Penyelundupan ini, apalagi dalam jumlah yang sangat besar 5 juta ton, harus diselidiki apakah ada praktik ‘main mata’ antara pengusaha dan juga instansi pemerintah yang lain. Jutaan ton itu bukan jumlah yang kecil,” ujar Aggawira. (KRO/RD/KTN)