“Kupu-kupu” Malam Laris di Forum Ekonomi Dunia, Tarif Hingga Rp38 Juta/Malam

147

RADARINDO.co.id : Davos, sebuah kota resor ski di Swiss, menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi global, World Economic Forum setiap tahunnya. Ditengah pembahasan isu ekonomi dan transaksi bisnis yang serius, ada tamu yang memanfaatkan waktu luang dengan bersenang-senang bersama pekerja seks atau “kupu-kupu” malam.

Baca juga : Ungkap Pencurian TBS, Andry Gultom Selamatkan Aset PTPN IV Unit PDM

Bisnis prostitusi ternyata marak setiap kali ada perhelatan yang rutin dihadiri oleh para konglomerat, bos perusahaan internasional, dan utusan pemerintahan dari bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Saking tingginya permintaan, seperti dilaporkan The Times of London, kepolisian Swiss mengonfirmasi setidaknya ada 100 pekerja seks yang datang ke Davos 2020.


Permintaan sepertinya tidak akan menurun di World Economic Forum tahun ini yang berlangsung pada 16-20 Januari 2023. Salah satu setidaknya demikian menurut seorang perempuan yang mengatur bisnis kotor tersebut.

Kepada situs 20 Minuten, ia mengaku sudah menerima 11 reservasi dan 25 permintaan. “Beberapa di antaranya memesan escort buat dirinya sendiri atau karyawan mereka untuk meriahkan pesta di kamar hotel mereka,” kata wanita tersebut dilansir dari wolipop.

Baca juga : Mafia Tanah Sedang Merakit Bom Waktu

Padahal tarif yang dipasang cukup mahal. Seorang pekerja seks yang menggunakan nama Liana mengatakan, harga dibuka dari US$ 750 atau sekitar Rp 11,3 juta per jam. Untuk tarif semalaman, Liana yang mengaku kerap melayani klien asal AS, menawarkan jasanya sebesar US$ 2.500 atau Rp 38 juta.

Para pekerja seks ini sebisa mungkin berdandan sewajarnya agar dapat membaur dengan para tamu. Liana sendiri menggunakan busana kantoran. Namun, ada pula yang berani blak-blakan eksis di media sosial untuk berbagi pengalamannya. (KRO/RD/WOL)