Lestarikan Budaya Adat Batak, Wakil Bupati Samosir Kukuhkan Lembaga Adat Bius Salaon

68

RADARINDO.co.id- Samosir: Wakil Bupati Samosir Drs Martua Sitanggang MM Apresiasi Masyarakat Bius Salaon dalam melestarikan budaya Batak dan Sekaligus Pengukuran Lembaga Adat.

Setelah mengadakan Ritual mangallang Babi Ambat (tolak bala) masyarakat Salaon yang terdiri dari 3 desa yaitu, Desa Salaon Toba, Salaon Tonga-Tonga dan Salaon Dolok menggelar ritual Mangallang Hambing Putih sebagai bukti kemenangan menolak penyakit yang timbul dikalangan masyarakat dan mampu melalui masa-masa sulit selama Covid-19.

Baca juga : Bupati Pakpak Bharat Hadiri Upacara Tradisi Sertijab Pelepasan Komandan Kodim 0206/Dairi

Ritual dilaksanakan di Desa Salaon Tonga-Tonga Kecamatan Ronggurnihuta Kabupaten Samosir, Kamis 20 Januari 2022.

Ritual Mangallang Hambing Putih yang dirangkai dengan pengukuhan Lembaga Adat dihadiri oleh Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang, didampingi Asisten II Hatraja Sitanggang, Plt.Kadis Pariwisata Tetty Naibaho dan Camat Ronggurnihuta.

Wakil Bupati Samosir mengapresiasi kegiatan ritual Mangallang Hambing Putih dan mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan pengukuhan lembaga adat desa salaon.

Menurutnya hal ini merupakan pelestarian budaya yang patut dikembangkan dan diwariskan kepada generasi muda. Budaya merupakan kekayaan yang sangat berharga dan tidak ternilai.

Diharapkan, lembaga adat, tokoh adat untuk bergandengan tangan guna memelihara kearifan lokal sehingga kemajuan teknologi dan modernisasi tidak menggilas budaya adat Batak.

Wabup menegaskan bahwa pembentukan lembaga adat ini tidak bermaksud untuk menghilangkan peran lembaga yang sudah berbuat dibidang adat. Akan tetapi lebih mengukuhkan dan saling bersinergi tas.

Dengan demikian, akan terwujud kehidupan masyarakat yang sejahtera, bermartabat, secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan sesuai dengan Visi Misi Bupati Samosir.

Dalam pelaksanaan ritut Mangallang Hambing Putih terlihat jelas peran pemangku raja adat tertua Raja Bius (Raja Oloan).

Baca juga : Walikota Sidimpuan Instruksikan Dinas Perindag Operasi Pasar

Parbaringin ( Pande Bolon) dan Raja Bondar sebagai mana kehidupan nenekmoyang Batak terdahulu. Ritual Babi Ambat (tolak bala ) diperankan dalam sebuah tor-tor yang memperagakan asal mula penyakit yang menggerogoti masyarakat dan membuat kesulitan.

Sehingga raja adat mempersembahkan seekor babi kepada mula Jadi Nabolon dan darahnya dijadikan obat penolak bala.Pada akhirnya, masyarakat sembuh dan kembali kepada kehidupan normal.

Ritual Mangallang Hambing Putih dilengkapi dengan sesajen berupa Sitoppian Nagodang, Rudang Najagar, Nitak Nihopungan, Nitak Nihintang ni Andalu dan Nitak Gabur. Pelaku ritual dilengkapi dengan pakaian adat khas Batak Toba Samosir. (KRO/RD/PS)