Medan  

LLMB dan Elemen Masyarakat Melayu Kota Medan Gelar Aksi Damai

RADARINDO.co.id – Medan : Massa yang tergabung dalam Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kota Medan, bersama elemen masyarakat Melayu menggelar aksi Solidaritas Rempang dan Galang Sumatera Utara, di tugu Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja Medan, Jum’at (15/9/2023).

Baca juga : Entah Siapa Yang “Gerot” Kanal Marindal Kering Kenapa Medan Banjir

Aksi damai tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas terkait sengketa yang terjadi pada masyarakat Pulau Rempang dan Galang Kepulauan Riau (Kepri).

Ketua Umum LLBM Kota Medan, Datuq Awaludin dalam orasinya meminta seluruh jajaran pemerintah yang terdiri dari TNI, Polri, Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Satpol PP dan pihak pengembang dari PT Makmur Elok Graha (MEG) untuk menahan diri dan membuka ruang dialog khususnya mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di Rempang dan Galang Kepulauan Riau.

“Melalui pemberitaan media kita dapat menyaksikan benturan fisik yang terjadi dalam beberapa hari ini, terkait penolakan warga Rempang dan Galang terhadap relokasi, dan hari ini kita juga melihat konflik tersebut meluas, ini tidak baik khususnya menjelang pemilihan umum tahun 2024, karena dapat menimbulkan suasana yang tidak kondusif,” ujarnya.

Awaludin juga meminta pemerintah harus benar-benar mempertimbangkan berbagai aspek, khususnya aspek sejarah, bahwa suku entitas Melayu dan suku-suku lain telah mulai bermukim di Pulau Rempang dan Galang sejak tahun 1834 sebelum Negara Republik Indonesia Merdeka.

Baca juga : Walikota Medan Pinjamkan Gedung untuk Tempat Praktek Ida Dayak

Sebagaimana diketahui, Pulau Rempang dan Galang telah menarik perhatian publik, saat ini terjadi relokasi untuk rencana pengembangan investasi di Pulau Rempang untuk pembangunan kawasan industri, jasa, dan pariwisata dengan nama Rempang Eco City. Proyek tersebut digarap PT Makmur Elok Graha (MEG) dengan nilai investasi diperkirakan mencapai triliunan rupiah.  Namun rencana tersebut mendapat penolakan warga sehingga terjadi bentrokan pada Kamis (7/9/2023). Bentrok terjadi antara warga Pulau Rempang dan Galang dengan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Satpol PP.  (KRO/RD/SY)