Mafia “Obok-obok” Hutan Register 39 Jadi Kebun Sawit

257 views

RADARINDO.co.id – Palas : Para mafia berdasi “mengobok-obok” hutan Register 39 di Kabupaten Padang Lawas (Palas) menjadi kebun sawit, karet dan lainnya.

Sebagian besar, warga putra daerah tidak ingin menjadi komplotan perambah hutan. Warga justru menginginkan hutan lindung atau Register bebas dari kejahatan tangan-tangan oknum mafia berdasi.

Baca juga : KPK Didesak Proses Kasus Dugaan Korupsi DJPL

Pasalnya, telah merusak lingkungan hidup dan tidak tertutup kemungkinan, warga tidak berdosa bakal terkena imbas bencana alam lantaran hutan telah beralih fungsi.


“Kami takut hutan rusak, bencana alam pun datang. Karena sudah bertahun-tahun hutan itu dirambah. Kayunya dijual, tanahnya dijual belikan, terus disulap jadi perkebunan,” ujar sumber belum lama ini, yang disampaikan secara tertulis.

Tudingan sumber bukan tidak beralasan. Artinya, fakta dugaan perambahan hutan Register dan Swaka Margasatwa telah beralih fungsi milik perorangan.

Atas dasar itu, masyarakat Palas mendesak Kapolri agar menangkap oknum mafia berdasi perambah hutan Register 39 dan Swaka Margasatwa yang hingga kini masih merajalela di Kabupaten Palas Provinsi Sumatera Utara.

Masyarakat Palas merasa prihatin, kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran serta diduga berkonspirasi dengan oknum mafia perambah hutan.

Kejahatan perambah hutan Register 39 dan Swaka Margasatwa dilakukan secara terorganisir diduga dibecking oknum APH bersenjata.

Akibat perbuatan tersebut, hutan yang menjadi salah satu paru-paru dunia itu, negara mengalami kerusakan dan kerugian hingga triliunan rupiah setiap tahun.

Dimana negara telah mengalokasikan dana reboisasi hutan diatas lahan milik negara, namun diduga dijadikan azas manfaat mencari keuntungan oleh mafia perambahan hutan selama bertahun-tahun.

Bahkan bebernya, beberapa titik lokasi hutan Register mulai dari Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Padanglawas Utara, diduga telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan.

Baca juga : Diduga Palsukan Surat Tanah Milik PTPN II, Oknum Kades Ditahan Polisi

Oknum pelaku perambahan hutan (Ilegal Logging) di Kabupaten Padang Lawas dari tahun ke tahun semakin merajalela.

“Perambahan hutan Register 39 dan hutan Swaka Margasatwa di Kabupaten Padang Lawas, diduga tidak memiliki izin dari Kementerian Kehutanan RI ataupun dari instansi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara,” ujar sumber.

Sementara, salah satu pegawai Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Petugas KPH Wilayah VII UPTD Gunung Tua) yang bertugas di Kabupaten Padang Lawas saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA) mengatakan dengan singkat bahwa pihaknya telah mengingatkan masyarakat setempat. “Sudah kami ingatkan masyarakat setempat,” jawabnya singkat. (KRO/TIM/Tim)