Menutup TPL Bukan Solusi

159
Menutup TPL Bukan Solusi
Menutup TPL Bukan Solusi

RADARINDO.co.id – Medan : TPL adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang peleburan bubur kertas yang berlokasi di Sosor Ladang Porsea Kabupaten Toba.

Maraknya berita terkait dengan menutupnya TPL yang beroperasi di Kabupaten Toba, ini bukan solusi karena banyak masyarakat yang bekerja di perusahaan tersebut.

Jika ini TPL ditutup bagaimana nasib saudara-saudara kita yang bekerja di perusahaan tersebut?

Tentu ini menimbulkan satu problem bagi para pekerja ataupun karyawan di perusahaan tersebut.

Baca juga : Kapolda Jatim Gelar Upacara Pembinaan Tradisi Polri Hari Bhayangkara Ke 75

Perusahaan boleh ada tapi kegiatan dialih fungsikan menjadi perusahaan yang ramah lingkungan, seperti pengolahan hasil pertanian yang ada di kabupaten kawasan seperti pengolahan Kecap misalnya atau Saos.

Lahan yang dikelola berdasarkan HGU boleh dialihkan menjadi penanaman. Bahan baku yang akan diproduksi, jika itu produksi kecap boleh lahan yang dikelola selama ini ditanam Kacang Kedelai, Tomat dan boleh tumpang sari dengan tanaman Pinus.

Jadi pinusnya tidak perlu ditebang supaya bisa menahan air didalam tanah dan juga tidak erosi, masyarakat sekitar juga bisa menahan bahan baku tersebut dan menjualnya ke perusahaan.

Jadi pekerja atau karyawan yang bekerja selama ini bisa tetap bekerja dan perusahaan industri tetap ada di daerah tersebut.

Demikian disampaikan Rogers Sirait, SH salah satu tokoh pemuda di Sumatera Utara, yang juga Ketua Yayasan Global Sejahtera Indonesia.

Pria yang tengah memprakarsai Global Kings FC mempersiapkan generasi muda menjadi pemain sepak bola berbakat kerjasama dengan tim dan pelatih Brazil ini, menegaskan penutupan TPL bukan solusi.

Lebihlanjut dikatakan, bahwa pemerintah setempat juga boleh menanamkan saham didalam supaya menambah PAD Pada Kabupaten Sekitar.

Baca juga :  Pembobol Toko “Fransiska Motor” Diciduk Unit Reskrim Mapolsek Siak Hulu Resort Kampar

Untuk mewujudkan ini perlu waktu, jadi masyarakat dan Pemerintah daerah setempat memberikan waktu untuk persiapan perusahaan pengalihan fungsi tersebut, bisa 1 tahun atau 2 Tahun sambil mendirikan pabrik baru dan penanaman bahan baku.

Rogers Sirait tokoh masyarakat Bidang Pemberdayaan Masyarakat, menambahkan, yang mana para pekerja atau pun karyawan yang bekerja diberikan pelatihan tentang bagaimana pengolahan bahan baku untuk industri yang disepakati nantinya oleh Masyarakat.

“Pemerintah, para tokoh masyarakat, tokoh adat dan lain laian, supaya pengalihan fungsi bisa berjalan dengan baik dan benar, sehingga Lingkungan tetap terjaga, masyarakat tetap bekerja dan jadi PAD Bagi Kabupaten sekitar serta masyarakat tetap memiliki andil didalamnya”, ujarnya mengakhiri. Horas… (KRO/RD/Tim)