Obati Luka Memar yang Bisa Dilakukan di Rumah

361 views

RADARINDO.co.id : Memar atau lebam merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama pada anak-anak. Biasanya luka memar muncul akibat benturan dengan benda keras, sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil (kapiler). Tak hanya tampak perubahan warna pada kulit, memar juga menyebabkan nyeri. Kenali cara mengobati luka memar yang bisa Anda lakukan di rumah.

Selain terbentur benda keras, memar juga bisa disebabkan oleh aktivitas fisik atau olahraga yang berat, terjatuh, atau keseleo. Umumnya, memar ringan akibat terbentur benda keras dapat hilang dalam waktu dua hingga tiga minggu. Namun pada beberapa kasus, memar membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Cepat lambatnya penyembuhan luka memar tergantung dari seberapa parah benturan yang terjadi dan di mana letak luka berada. Berikut adalah tahapan perubahan warna luka memar, yang bisa menandakan proses penyembuhannya.


Merah
Sesaat setelah terbentur, kulit akan terlihat memerah. Anda pun akan menyadari bagian tubuh yang terbentur menjadi sedikit bengkak dan terasa nyeri ketika disentuh.

Kebiruan hingga ungu gelap
Biasanya, satu atau dua hari setelah benturan, warna memar akan menjadi kebiruan atau ungu gelap. Perubahan warna ini disebabkan karena minimnya asupan oksigen dan juga pembengkakan di area sekitar memar. Akibatnya, hemoglobin yang berwarna merah akan berubah menjadi biru.

Hijau pucat
Memasuki hari keenam, warna memar akan berubah menjadi kehijauan. Hal ini menandakan bahwa hemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai dan proses penyembuhan sedang berlangsung.

Kuning kecokelatan
Setelah seminggu, luka memar akan berubah warna menjadi lebih terang, yaitu kuning pucat atau cokelat muda. Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses penyembuhan memar. Memar tidak akan berubah warna lagi, melainkan menghilang secara perlahan dan kembali ke warna asli kulit.

Perlu diingat, luka memar yang terasa sakit saat disentuh, semakin membesar, terasa nyeri dan tidak kunjung sembuh, memar yang muncul setelah mengkonsumsi obat pengencer darah, memar yang muncul tanpa adanya cedera fisik, atau sering muncul tanpa sebab yang jelas, adalah kondisi yang perlu diwaspadai. Karena itu, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalaminya.

Cara mengobati luka memar

Meskipun luka memar atau lebam akan hilang dengan sendirinya, namun Anda bisa mempercepat proses penyembuhan luka memar dengan melakukan hal-hal berikut ini:

Kompres dengan es
Kompres bagian tubuh yang terbentur dengan es. Suhu dingin akan meredakan proses pembengkakan dan peradangan. Selain itu, es juga membantu meminimalkan jumlah darah yang keluar dari pembuluh darah kecil ke jaringan sekitar. Hindari menempelkan langsung es ke kulit, disarankan untuk membungkus es dengan handuk terlebih dahulu. Lalu, kompres luka memar selama 20 sampai 30 menit.

Angkat bagian tubuh yang mengalami memar
Setelah luka memar terjadi, cobalah untuk memposisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi dari dada. Misalnya, bila memar terjadi di kaki, duduk atau tidurlah dengan menyangga area memar dengan bantal. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi aliran darah ke area yang memar sehingga meredakan pembengkakan.

Kompres air hangat
Setelah sekitar dua hari mengompres memar dengan es, ganti dengan kompres air hangat. Suhu panas dapat memperlancar aliran darah, sekaligus mempercepat perubahan warna kulit kambali seperti semula. Gunakan kain yang sudah direndam air hangat. Lalu, kompres bagian tubuh yang mengalami luka memar selama 10 menit. Lakukan ini dua sampai tiga kali sehari secara rutin.

Heparin sodium
Selain cara-cara tersebut, Anda juga bisa mempercepat proses penyembuhan lebam atau memar dengan menggunakan obat oles dalam bentuk salep ataupun gel yang mengandung heparin. Heparin sodium diekstrak dari dua sumber protein hewani, yaitu porcine dan bovine, di mana bovine adalah protein yang terbuat dari sapi.

Heparin bekerja dengan cara melarutkan gumpalan darah yang berada di bawah permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan, serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan.

Efek samping penggunaan obat ini umumnya minimal dan jarang terjadi, namun terkadang dapat menimbulkan alergi. Perlu diingat, heparin gel tidak dianjurkan untuk dipakai pada luka terbuka dan pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Ini Penyebab Tangan Kesemutan

Meski terlihat sepele, namun tangan kesemutan yang terjadi dalam waktu yang lama bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis. Selain berbagai penyakit yang merusak saraf, kesemutan yang terjadi dalam waktu lama bisa juga diakibatkan oleh cedera atau efek samping pengobatan tertentu.

Kesemutan pada tangan yang berlangsung sementara biasanya disebabkan oleh adanya tekanan pada tangan. Dengan menghilangkan tekanan tersebut, kesemutan berangsur hilang. Namun, jika kesemutan tidak kunjung hilang, maka hal pertama yang wajib dilakukan adalah mengetahui penyebabnya. Tanpa mengobati penyebab utama, sulit untuk menghilangkan gangguan ini.

Untuk memudahkan upaya Anda, beberapa kondisi berikut mungkin menjadi akar dari munculnya kesemutan di tangan.

Carpal tunnel syndrome (CTS)
Salah satu penyebab tangan kesemutan kronis adalah carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal. Kondisi ini merupakan salah satu jenis kerusakan saraf yang disebabkan oleh tekanan berulang dan iritasi saraf medianus pada tangan. Salah satu cirinya adalah tangan kesemutan (terutama pada malam hari), pergelangan tangan sakit, lemah atau tidak ada kekuatan saat menggenggam barang, atau gangguan koordinasi tangan.Penyakit ini bisa terjadi karena trauma akibat pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus. Beberapa orang yang berisiko mengalami kondisi ini adalah mereka yang sering bekerja dengan menggunakan tangan untuk mengetik, menulis, atau mengepak barang.

Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis pada tangan dapat menimbulkan gejala-gejala CTS, termasuk kesemutan pada tangan dan pergelangan tangan. Sensasi tangan kesemutan ini biasanya kian mengganggu terutama di malam tiba.Gejala lain yang timbul dari rheumatoid arthritisdi tangan adalah sendi tangan dan jari-jari yang terasa hangat, bentuk sendi tampak cacat, serta nyeri atau kekakuan saat bangun tidur yang berlangsung lebih dari satu jam.

Diabetes
Tangan kesemutan kronis juga bisa terjadi jika pembuluh darah kecil terganggu. Jika yang rusak adalah pembuluh darah yang memasok saraf di jari tangan, Anda bisa merasa kesemutan, sakit, atau mati rasa. Hal ini dapat menimpa para penderita diabetes. Kondisi ini dapat menyebabkan tangan mati rasa, sehingga seseorang bisa mengalami luka tanpa rasa sakit. Seperti diketahui, luka pada penderita diabetes susah sembuh dan bisa berkembang menjadi gangren.

Kerusakan saraf
Tangan kesemutan bisa juga disebabkan oleh kerusakan saraf. Penyebab kerusakan saraf pada tangan bisa terjadi karena infeksi, cedera, atau penggunaan tangan secara berlebihan. Misalnya jika seseorang dalam pekerjaannya secara teratur mengoperasikan mesin yang bergetar, maka tangannya akan mengalami kerusakan saraf dan mengakibatkan kesemutan.

Keadaan ini biasa disebut dengan ‘sindrom getaran tangan dan lengan’.Kesemutan dalam jangka panjang bisa juga disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan kerusakan sistem saraf yang tidak hanya berada di tangan.

Akibat rusaknya sistem saraf, maka pada area saraf tersebut bisa mengalami kesemutan. Penyakit yang memiliki potensi demikian adalah stroke, multiple sclerosis, dan tumor otak. Meski kondisi ini serius, namun kasusnya jarang terjadi dan biasanya gejalanya bukan hanya kesemutan semata.

Meski tangan kesemutan sekilas tampak wajar, namun kondisi ini bisa jadi gejala penyakit tertentu. Jika tangan kesemutan disertai dengan ruam, pusing, dan kejang otot, segeralah konsultasikan dengan dokter.