Oknum Kades Jadi Tersangka Akibat Lahirnya SKT Tidak Silang Sengketa

95 views
Oknum Kades Jadi Tersangka Akibat Lahirnya SKT Tidak Silang Sengketa
Oknum Kades Jadi Tersangka Akibat Lahirnya SKT Tidak Silang Sengketa

RADARINDO.co.id – Tebing Tinggi : Oknum Kepala Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai berinisial JN, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Tebing Tinggi pada kasus dugaan pemalsuan surat keterangan tanah tidak silang sengketa yang di terbitkan oknum Kades tanggal 05 Oktober 2018.

Oknum Kades menjadi tersangka akibat lahirnya Surat Keterangan Tanah (SKT) tidak silang sengketa.

Baca Juga : Pegawai Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara Jalani Vaksinasi Covid-19 Perdana

Hal ini sesuai keterangan disampaikan korban sebagai ahli waris, Siti Sahrah Saragih (47) melalui penasehat hukumnya Irwansyah Siregar SH kepada wartawan Kamis (18/3/2021) di Cafe Batman, Jalan Thamrin, Kota Tebing Tinggi.


Irwansyah menjelaskan bahwa laporan kasus ini dari tahun lalu telah ditangani Polres Tebing Tinggi berdasarkan LP No : STTPL/346/VIII/2019/SPKT/TT, korban melaporkan oknum Kades atas dugaan memasukkan keterangan palsu dalam akta autentik sebagaimana melanggar pasal 266 KUHP atas objek tanah seluas 400 m x 47 m atau 18.800 M2 yang terletak di Dusun V Kampung Tengah, Desa Binjai Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai

Setelah kasus ini berjalan hampir setahun, kemudian korban (pelapor) memohon ke Poldasu untuk diadakan gelar perkara, dan hasil dari gelar perkara disimpulkan bahwa perkara ini mengarah pada pasal 263 KUHP tentang membuat surat palsu.

Selang beberapa bulan kemudian setelah penyidik mengumpulkan bukti bukti maka awal bulan Maret 2021 Polres Tebing Tinggi telah menetapkan terlapor JN.

Oknum kades Binjai sebagai tersangka atas tindakannya menerbitkan Surat Keterangan Tanah Tidak Silang Sengketa atas nama Awaluddin Rizal.

Irwansyah melanjutkan bahwa semula kasus ini pada tahun sebelumnya pelapor Siti Sahrah Saragih telah membuat laporan tentang penguasaan tanpa hak (penyerobotan) pada lahan yg di klaim milik keluarga Siti Sahrah Saragih.

Lalu pada bulan Oktober keluarga pelapor melakukan gugatan terhadap objek tanah tersebut di Pengadilan Negeri Tebing Tinggi.

Seiring proses perkara berjalan tepat pada tahap pembuktian surat surat, tergugat mengajukan sebagai bukti surat yaitu Surat Keterangan Tanah Tidak Silang Sengketa di atas tanah terperkara yang di keluarkan oleh tersangka JN.

Surat tersebut di keluarkan tersangka JN seminggu sebelum keluarga pelapor mengajukan gugatan perdata.

Kembali dilanjutkannya bahwa sebagai penasehat hukum dari korban/pelapor, Siti Sahrah Saragih, dirinya sangat berterimakasih kepada pihak Polres Tebing Tinggi yang telah memproses perkara ini.

“Walaupun terkesan lambat akan tetapi sudah bekerja secara profesional sehingga terlapor (JN) di tetapkan sebagai tersangka,” papar Irwansyah.

Baca Juga : Pisah Sambut Camat Siak Hulu Kampar Forkopimcam Terus Bersinergi Kedepan

Untuk itu, saya minta agar pihak penyidik secepatnya mengirimkan berkas perkara kepada pihak penuntut umum (Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi).

“Saya harap pihak Kajari Tebing tinggi secepatnya memP21 kan berkas perkara dan segera melimpahkan ke pihak Pengadilan Negeri Tebing Tinggi untuk di sidangkan agar korban dapat memperoleh keadilan,” tutupnya.

Tersangka JN yang merupakan Kepala Desa aktif hingga berita ini dilansir belum berhasil dikonfirmasi, begitu dengan Camat Tebing Syahbandar belum berhasil dimintai keterangannya terkait status tersangka yang kini disandang JN. (KRO/RD/TT/IY)