RADARINDO.co.id – Kerinci : Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo menandai momentum satu abad Pabrik Teh Kayu Aro dengan meluncurkan kemasan edisi khusus 100 tahun.
Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan bertajuk “Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita” yang digelar di kawasan Kebun Teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, belum lama ini.
Baca juga: PT SGN Raih Silver Rank di Ajang ASRRAT
Peringatan satu abad Kayu Aro tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan industri teh nasional yang telah berdiri sejak 1925.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Sistem dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, Bupati Kerinci, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang menegaskan posisi Kayu Aro sebagai salah satu ikon perkebunan teh Nusantara.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa keberlanjutan Kayu Aro selama satu abad merupakan bukti ketangguhan industri teh nasional yang mampu bertahan dan beradaptasi lintas generasi.
“Kayu Aro bukan hanya aset bisnis, tetapi juga warisan sejarah bangsa. Selama 100 tahun, kebun ini telah menjadi saksi perjalanan industri teh dari berbagai era hingga kini dikelola oleh anak bangsa,” ujar Jatmiko, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Ia menegaskan bahwa manajemen berkomitmen menjaga standar mutu Teh Kayu Aro, sekaligus memperkuat daya saing di pasar global dan memperluas eksistensi di pasar ritel domestik agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar Kerinci.
Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, Direktur Sistem dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menilai peringatan satu abad Kayu Aro sebagai momentum refleksi dan penguatan visi ke depan, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas teh.
“Transformasi PalmCo dilakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, namun tetap menjaga nilai historis dan keunikan Kayu Aro sebagai kebun teh yang memiliki nilai historis,” jelas Ugun.
Salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut adalah rebranding kemasan teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Langkah ini dilakukan untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan preferensi konsumen masa kini, tanpa menghilangkan karakter legendaris yang telah melekat selama puluhan tahun.
Dalam pengembangannya, PalmCo mengintegrasikan produktivitas perkebunan dengan pelestarian lingkungan serta edukasi sejarah dalam satu ekosistem berkelanjutan.
Dari sisi bisnis, kinerja ritel Teh Kayu Aro menunjukkan tren positif dan stabil sejak 2008, dengan kontribusi sekitar 4,5 persen dari total produksi tahunan. Produk tersebut saat ini telah dipasarkan di wilayah Jambi, serta diperluas ke Sumatera Barat dan Riau.
Baca juga: PTPN IV Regional II Dukung Pembangunan Infrastruktur di Simalungun Melalui Program TJSL
Bupati Kerinci, Monadi, yang turut hadir dalam peringatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PTPN IV PalmCo dalam menjaga eksistensi Kayu Aro. Menurutnya, kebun teh legendaris ini telah menjadi bagian penting dari identitas daerah serta penggerak ekonomi dan pariwisata Kabupaten Kerinci.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo optimistis membawa Kebun Teh Kayu Aro melangkah ke abad kedua, memperkuat kualitas, daya saing, dan keberlanjutan di tengah dinamika industri teh global. (KRO/RD/Red)







