PD Aneka Industri dan Jasa Pemprov Sumut Mulai Kelola Tahura Berastagi

420

RADARINDO.co.id-Medan: PD Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mulai kelola Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Berastagi.

Dilakukan untuk berbenah menuju objek multifungsi yang professional diatas areal Tahura berkisar 50 hektare. Hal tersebut dipercayakan Gubernur Sumatera Utara kepada Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa.

Sesuai Pergubsu No. 41 tahun 2020 tentang Penugasan kepada Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa Provinsi Sumatera Utara dalam pembangunan dan pemanfaatan lokasi wisata kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan.

Keputusan tersebut ditetapkan tanggal 23 September 2020 oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, diundangkan di Medan, 5 Oktober 2020 ditandatangani Sekda Pemprovsu, R Sabrina.

Demikian dikemukakan Direktur Utama PD Aneka Industri dan Jasa Dr Renny Maisyarah SE, MSi, Ak, CA, melalui siaran yang diterima RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR, Senin (01/02/2021) sore.

Menindaklanjuti Pergubsu Nomor 41 tahun 2020, pihak UPT Tahura Bukit Barisan menyerahkan pengelolaan Tahura Bukit Barisan tentang pemberian izin usaha penyediaan jasa wisata alam untuk jenis usaha jasa interpreter wisata, jasa informasi wisata.

Taman Hutan Raya, dan jasa reservasi lainnya kepada perusahaan daerah Aneka Industri dan Jasa di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, tanggal 4 Desember 2020 ditandatangani Amsar Syahril, SH.

Pelaksanaan pengelolaan pembangunan dan pemanfaatan lokasi wisata Tahura telah dimulai oleh PD Aneka Industri dan jasa pada awal tahun Januari 2021 lalu.

Yang ditandai dengan pelentakan baru pertama dan memulai tanda pekerjaan pembenahan pagar dan sarana-prasarana lainnya di lingkungan gerbang.

Parkir dan areal pentas utama lainnya Gerbang dan renovasi kamar mandi dan pendirian plank- plank milik pihak pengelola telah dimulai.

“Kita akan membangun Tahura dengan empat (4) konsep Rancang bangunan mengedepankan aspek lingkungan, dimana sesuai dengan ini bahwa segala bentuk karya arsitektur dan wahana tidak boleh menabrak kaidah-kaidah konservasi hutan dan lingkungan”, ujar Dirut PD AIJ Pemprov Sumut.

Keempat konsep yang dimaksud diantaranya:

1. Nature Inclusive Economic & Social Development Design, sajian kehidupan flora dan memberikan fungsi ruang untuk manusia dalam kegiatan sosial sehingga meningkatkan fungsi ekonomi diantara ruang hijau yang dapat menghubungkan manusia dengan alam.

2. Urban Forest and Agricultural Practices, konsep penggunaan lahan terbuka dengan memperhatikan sirkulasi dan aksessibilitas bagi seluruh pengunjung dan praktek agricultural yang mendukung adanya sumber makanan yang sehat untuk mendukung perekonomian masyarakat.

3. Forest Light, konsep tata cahaya pada lingkungan hutan (pohon, fascade dll) memungkinkan para pengunjung dapat berwisata pada malam hari.

4. Family Friendly Millennials Darling yaitu Eco wisata yang kita bangun akan dapat memfasilitasi kebutuhan ruang terbuka ramah anak dan keluarga serta dengan berbagai spot didadlamnya akan menjadi millennial darling.

Tentunya dari segi arsitektur kita tetap melestarikan arsitektur vernacular sumatera utara, dengan mengedukasikan pengunjung tentang elemen-elemen utama pada rumah Adat Karo dan Rumah Adat Simalungun.

Yang didesain sedemikian rupa menjadi sebuah bangunan arsitektur dengan fungsi yang berbeda, diharapkan pengunjung dapat mengalami adat dan budaya masyarakat batak dan mengadaptasi dalam kehidupan sehari-hari.

Secara geografis lokasi Tahura bukit barisan sangat strategis di kecamatan Berastagi yang merupakan sebuah destinasi wisata yang sangat ternama di Provinsi Sumatera Utara.

Banyak potensi yang dapat dimanfaatkan, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan daerah hal ini lah yang akan dimaksimalkan pengelolaannya oleh PD AIJ tentunya dengan pengelolaan yang lebih professional.

PD AIJ juga dapat bekerjasama dengan pihak lain, dengan berbagai komunitas serta membuat event-event menarik, sehingga menjadi daya tarik pengunjung. Soflaunching Tahura direncanakan di bulan Mei dan Grandlaunching Tahura dijadwalkan dibulan Desember tahun 2021.

Sejumlah pihak menyambut baik,dan PD AIJ Pemprov Sumut sukses dgn pengelolaan yang diharapkan dapat menambah PAD. (KRO/RD/Tim)