Peduli Kanker Payudara Dengan Melakukan Pencegahan Secara Deteksi Dini

124

RADARINDO.co.id-Health:
Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel jaringan yang abnormal dan tidak terkendali di dalam tubuh. Kanker menjadi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia terutama di Indonesia.

Data global menyebutkan di tahun 2018 angka kematian kanker sebesar 9,6 juta, Indonesia didapatkan berjumlah 207.210. Tak hanya itu, kanker juga menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke.

Angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136,2/100,000 penduduk) berada pada urutan delapan di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Angka kejadian kanker tertinggi di Indonesia pada wanita adalah kanker payudara.


Kementerian kesehatan (Kemenkes) menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker payudara mencapai 17 orang per 100 penduduk. Sejauh ini, sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan dini terhadap seranggan kanker payudara sangat minim dilakukan di tengah masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Kesadaran terhadap kanker payudara di masyarakat juga masih rendah, terbukti menurut Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar, 70 persen pasien yang masih memeriksakan diri ke dokter, sudah berada pada tahap stadium lanjut.

Dr Kardinah spRad mengatakan bahwa akhir ini penyakit kanker payudara tidak lagi didominan oleh wanita usia 40 tahun, justru sekarang banyak menyerang wanita usia muda. Informasi tersebut juga menjadi perhatian khusus bagi kaum wanita untuk mengenali dan berusaha mengantisipasi kemungkinan serangannya sedini mungkin dengan melakukan deteksi dini secara rutin.

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar di antara jaringan atau organ di dekat payudara atau dibagian tubuh lainnya. Penyebab dari kanker payudara sampai sekarang belum diketahui dengan pasti, tapi ada berbagai faktor risiko yang erat kaitannya dengan terjadinya peningkatan insidensi kanker payudara seperti haid pertama pada usia 12 tahun, wanita yang tidak menyusui, wanita menikah tetapi tidak memilik anak, melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun, tidak menyusui.

Lalu, menggunakan kontrasepsi hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama, manoupause pada usia lebih dari 55 tahun, pernah operasi tumor jinak payudara, riwayat kanker dalam keluarga, wanita yang mengalami stress berat, konsumsi lemak dan alkohol secara berlebihan, perokok aktif dan pasif
Gejala kanker payudara berupa terasa benjolan di payudara dan sering kali tidak terasa nyeri, tetapi terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras dengan permukaan seperti kulit jeruk, keluar cairan dari puting, terdapat cekungan atau pun tarikan di kulit payudara dan perhatikan juga jika terdapat luka pada bagian payudara yang tidak sembuh.

Bulan peduli kanker payudara diperingati di seluruh dunia setiap bulan Oktober (Breast Cancer Awareness Month). Di mana pada bulan peduli kanker payudara mengajak masyarakat untuk ikut berpartipasi dalam meningkatkan kepedulian terhadap kanker payudara dengan melakukan pencegahan deteksi dini.

Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk membantu meningkatkan perhatian dan dukungan akan kesadaran deteksi dini kanker payudara. Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar menyebut deteksi dini meningkatkan tingkat kesembuhan pasien kanker payudara.

Pemeriksaan deteksi dini dengan melakukan Permeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menjadi cara terbaik melakukan deteksi kanker payudara. Permeriksaan ini dapat dilakukan di rumah masing-masing dan menjadi bentuk perhatian perempuan terhadap kesehatan payudaranya.

Untuk praktik SADARI, sebaiknya dilakukan secara teratur setelah melewati masa menstruasi (7-10 hari setelah menstruasi), yang bertujuan agar tidak terasa nyeri pada payudara.

Periksa payudara sendiri yang dianjurkan denga tiga cara berikut: berdiri menghadap ke kaca dengan posisi tangan ke atas, melakukan perabaan saat sedang mandi, atau berbaring dengan tangan berada di belakang kepala.

Langkah melakukan pemeriksaan payudara, yakni:

  • Di depan cermin

  1. Berdiri didepan cermin, perhatikan payudara kiri dan kanan umumnya ukuran payudara perempuan memang tidak sama besar (kiri lebih besar atau sebaliknya).
  2. Berdiri dengan lengan disamping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan pada permukaan kulit dan area puting.
  3. Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat untuk mengencangkan otot dada, sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  4. Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara sampai dikondisi bawah.
  5. Tempatkan jempol dan jari telunjuk disekitar puting, kemudian tekan perlahan. Perhatikan apakah ada cairan keluar dari sana. Lakukan secara bergantian pada kedua payudara.
  • Saat mandi

  1. Angkat satu tangan kebelakang kepala, sedangkan tangan yang lain, yang telah dilumuri sabun digunakan utuk meraba payudara pada sisi tangan yang terangkat.
  2. Selaindiraba, gunakan tiga jari untuk menekan seluruh bagian payudara secara perlahan.
  • Sambil berbaring

  1. Sambil berbaring, tempatkan gulungan handuk di bawah pundak. Letak tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan lotion dan gunakan jari untuk meraba payudara.
  2. Lakukan gerakan memutar searah jarum jam.
  3. Lakukan secara bergantian pada kedua payudara.

Melakukan deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksa payudara sendiri rutin satu bulan sekali. (KRO/RD/LP6)