Pembangunan Jaringan Irigasi Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Perlu Ditinjau Ulang

276
Pembangunan Jaringan Irigasi Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Perlu Ditinjau Ulang
Pembangunan Jaringan Irigasi Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Perlu Ditinjau Ulang

RADARINDO.co.id – Batu Bara: Pembangunan jaringan irigasi tersier Dinas Pertanian di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, diduga asal jadi dan perlu ditinjau ulang.

Demikian di sampaikan, Bahren Ketua Bidang Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Masyarakat Pencari Keadilan dan Anti Korupsi (DPD LM – PEKA) Batu Bara saat di temui di Simpang Kuala Tanjung, Senin (08/03/2021).

Baca Juga : Diduga Kasus Suap, Dua Pejabat DJP Dicekal Keluar Negeri

Pasalnya, pada saat pelaksanaan pembangunan jaringan tersier tersebut diduga rekanan telah menggunakan tanah dan lumpur untuk menimbun bagian dalam dari bangunan untuk mengurangi penggunaan material padas.

Padahal penggunaan material batu padas pada bagian dalam bangunan tersebut adalah sudah sesuai spesifikasi bangunan.

Lebihlanjut menurut Bahren, Proyek pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Pertanian tersebut menelan biaya Rp.
188 juta, waktu pelaksanaan akhir tahun 2020 yang bersumber dari dana APBD – DID Kabupaten Batu Bara, sebagai pelaksana kerja CV. KMP dan Satuan Kerja (Satker) Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara.

Pekerjaan proyek jaringan irigasi Dinas Pertanian Batu Bara dikerjakan oleh Kelompak Swadaya Masyarakat yakni kelompok Tani di Desa tempat proyek tersebut di laksanakan.

“Sebagai pelaksana kerja adalah CV. KMP, namun saat pengerjaan di lapangan kita lihat yang mengerjakan adalah kelompok tani setempat, ada apa dengan Dinas pertanian ini,” ujar Bahren.

“Kita telah mengklarifikasi melalui surat ke Dinas Pertanian Batu Bara, akan tetapi belum ada jawaban, untuk selanjutnya nanti kita akan layangkan surat ke Penegak Hukum”, katanya lagi.

Di katakan Bahren, proyek jaringan irigasi yang dikerjakan oleh rekanan kontraktor CV KMP, namun pada pelaksanaannya diduga dikerjakan Kelompok tani setempat, tak ayal hal tersebut menimbulkan tanya tanya.

“Terlihat jelas seperti pada photo, bahwa pada bagian dalam dari bangunan tersebut ditimbun dengan tanah dan lumpur, padahal seharusnya menggunakan batu padas, sehingga ketebalan 30 centi meter tidak hanya pada bagian atas bangunan aj,” ungkap Bahren.

Di hari yang sama ditambahkan Jalang Laut Siregar, ketua Bidang Investigasi LSM DPD LM PE-KA Batu Bara, bahwa menurutnya kelebaran dan volume pada proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut juga di duga tidak memenuhi standart.

Baca Juga : Hanya Rp11 Miliar, DPRD Prihatin Penyertaan Modal PDAM Tirtanadi

Saat di konfirmasi, Kabid Sarpras Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara Suriana yang juga disebut – sebut sebagai PPTK pada proyek Jaringan Irigasi tersier via seluler di nomor 0813 6136 xxxx mengatakan, bahwa pengerjaan Proyek tersebut telah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dalam pengerjaan.

“Jikalau pengerjaannya tidak benar maka tidak akan diterima oleh Inspektorat, kalau pun salah, akan dipanggil rekanan kontraktornya”, jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Batu Bara, Ridwan yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara saat di konfirmasi via selulernya di nomor 0821 6548 xxxx belum memberikan jawaban. (KRO/RD/DHASAM)