Pembangunan Kampus Politeknik Aceh Selatan Diminta Ditinjau Ulang

37 views

RADARINDO.co.id TAPAKTUAN : Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan, meminta pemerintah setempat agar meninjau ulang lokasi pembangunan kampus Politeknik Aceh Selatan (Poltas), di kawasan Gunung Ribee Desa Ladang Kasik Putih, Kecamatan Samadua. Pasalnya, banyak pihak menyebut bahwa bangunan tersebut tidak layak dan dikhawatirkan beresiko dengan keselamatan dan resiko kegagalan.

“Jika dari hasil evaluasi ternyata memang lokasi tersebut kurang tepat dilihat dari berbagai aspek dan persyaratan. Maka kita harapkan dapat dialihkan ke lokasi yang lebih memungkinkan. Karena Pemkab punya banyak aset lahan kosong yang saat ini masih terlantar dan bisa dimanfaatkan,” kata Ketua Formak Aceh Selatan, Ali Zamzami di Tapaktuan, dilansir dari Waspadaaceh.com, baru-baru ini.

Menurutnya, tidak salah sejumlah kalangan sempat mempertanyakan apakah Pemkab Aceh Selatan telah membuat uji kelayakan dalam bentuk Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), sebelum gedung Poltas tersebut dimulai pembangunannya diatas puncak Gunung Ribee, Kecamatan Samadua.

Karena, kata Ali Zamzami, proyek pembangunan gedung Poltas di puncak Gunung Ribee, salah satu pembangunan yang dinilai kurang tepat dari pilihan lokasi. Kondisi saat ini juga telah menjadi polemik. Dengan lokasi perbukitan dan tanah berpasir (tanah aluvial) yang tingkat kepadatan rendah, berpotensi menimbulkan resiko tinggi bagi pengerjaan proyek pembangunan fasilitas kampus.


“Sehingga menimbulkan hambatan bagi kelancaran pelaksanaan pembangunan proyek itu sendiri, juga bersiko bagi eksistensi kampus nantinya,” paparnya.

Pemerintah, sambung Ali Zamzami, perlu melakukan penelitian ulang yang bertujuan untuk melakukan rangkaian analisis resiko. Baik dalam hal pengerjaan proyek pembangunan gedung dan fasilitas kampus lainnya, maupun resiko yang akan terjadi dan dampak yang dihasilkan dari pemaksaan pembangunan gedung dan fasilitas perkuliahan di lokasi tersebut.

“Pemkab juga perlu meninjau kembali apakah pemenuhan persyaratan teknis bangunan gedung, baik dari segi tata bangunan dan lingkungannya, maupun keandalan bangunan gedungnya di lokasi tersebut,” tuturnya. (KRO/RD/wspd)