Pembunuh John Lennon Minta Maaf ke Yoko Ono

121

RADARINDO.co.id-Jakarta:
Mark David Chapman, pelaku pembunuhan bintang dari band The Beatles, John Lennon, meminta maaf kepada Yoko Ono atas tindakannya yang sangat tercela itu. Hal itu terjadi setelah permintaan pembebasan bersyarat dari Chapman kembali ditolak untuk yang ke-11 kalinya setelah persidangan di bulan Agustus lalu. Ia telah menjalani hukuman penjara setelah membunuh John Lennon di Manhattan pada Desember 1980.

Chapman menyampaikan, ia terus memikirkan kejahatannya sepanjang waktu dan menerima bahwa dia mungkin menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi setelah menembak John Lennon empat kali di luar gedung apartemen Dakota di Upper West Side.

Dikutip dari Ace Showbiz, Kamis, 24 September 2020, dalam transkrip yang diperoleh kantor berita PA di bawah undang-undang kebebasan informasi, terungkap dewan menolak pembebasannya dengan alasan tidak sesuai dengan kesejahteraan masyarakat.

Selama persidangan, Chapman mengatakan dia membunuh Lennon untuk ‘kemuliaan’ dan mengakui bahwa dia pantas menerima hukuman mati. “Saya hanya ingin menegaskan kembali bahwa saya menyesal atas kejahatan saya. Saya tidak punya alasan. Ini untuk diri sendiri untuk kemuliaan. Saya pikir itu kejahatan terburuk yang mungkin terjadi jika melakukan sesuatu kepada seseorang yang tidak bersalah,” ucap Chapman.

Chapman juga mengatakan jika John Lennon sangat terkenal dan ia tidak membunuhnya karena karakternya.  “Saya membunuhnya, menggunakan kata-kata kamu sebelumnya, karena dia sangat, sangat, sangat terkenal dan itulah satu-satunya alasan dan saya sangat, sangat, sangat, sangat mencari kemuliaan diri, sangat egois,” katanya.

“Saya ingin menambahkan itu dan sangat menekankannya. Itu adalah tindakan yang sangat egois. Saya minta maaf atas rasa sakit yang saya timbulkan padanya (Yoko Ono). Saya memikirkannya sepanjang waktu,” sambungnya.  Chapman mengatakan, seharusnya ia diberi hukuman mati setelah pembunuhan itu. Sebab, ia sengaja merencanakan pembunuhan terhadap John Lennon.

“Dia adalah seorang manusia dan saya tahu saya akan membunuhnya. Itu saja mengatakan kamu tidak pantas mendapatkan apa-apa dan jika hukum dan kamu memilih untuk meninggalkan saya di sini selama sisa hidup saya, saya tidak memiliki keluhan apa pun,” ucapnya. (KRO/RD/Waspada)