Pemilik Harta Rp161 Triliun, Tak Disangka Ini Jumlah Belanja Per Harinya

63 views

RADARINDO.co.id-Medan : Apa yang anda bayangkan jika seorang konglomerat dengan tumpukan harta mencapai ratusan triliun. Bayangan pertama mungkin akan menghabiskan uang makan minum dan belanja di Mall setiap hari. Kemudian enjoy ditempat tempat hiburan yang bikin asyik. Atau sebaliknya, setiap hari menjadi dermawan di panti sosial.

Memiliki banyak uang dan kekayaan yang luar biasa tentu menjadi cita-cita semua orang. Namun tak semua orang bisa mengatur pengeluarannya meskipun memiliki kekayaan dan uang yang berlimpah ruah.

Tentu kita masih ingat nama Zong Qinghou, pria asal negeri Tiongkok, sesuai dikutip dari World of Buzz. Zong Qinghou merupakan pendiri dan chairman dari perusahaan minuman Wahaha. Berkat kerja kerasnya, usaha Zong Qinghou bisa menjadi sukses dan bisa memiliki kekayaan senilai 11,4 miliar dolar Amerika atau setara dengan Rp161 triliun rupiah.

Pria konglomerat berusia 74 tahun ini pun pernah dinobatkan sebagai orang terkaya Tiongkok pada tahun 2010, 2012 hingga 2013. Kekayaan yang ia miliki sungguh fantastis. Sesungguhnya Zong Qinghou sebenarnya bisa berfoya-foya, setiap hari dan setiap saat. Sebenarnya ia masih bisa menyimpan uangnya sekaligus menikmatinya pada masa tua. Namun sang konglomerat ini justru hidup sederhana. Ternyata Zong Qinghou hanya menghabiskan 20 dolar Amerika yang setara Rp280 ribu per harinya atau sekitar Rp 8 juta per bulan.


Jumlah itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan kekayaannya sekarang. Setiap hari, ia hanya mengenakan baju biasa dan sepatu sneakers. Tak seperti pebisnis lain, Zong Qinghou juga tak bersantap di restoran mewah. Bahkan rela makan siang bersama para pekerjanya dan berbincang bersama mereka. Menurut Zong Qinghou, tak ada gunanya menghabiskan banyak uang untuk membeli baju karena orang-orang tak akan bisa menilai harga baju yang dikenakannya. Semua kesederhanaan Zong Qinghou ini bermula dari kisah masa kecilnya. Tentu ia tidak seperti jutawan lain, ia lahir dari keluarga yang miskin. Sang ibu menjadi tulang punggung keluarga mereka dan hanya mendapatkan uang dari profesinya sebagai seorang guru.

Pengalaman pahit yang pernah ia ceritakan, untuk mendukung ekonomi keluarganya, Zong Qinghou muda keluar dari sekolah pada usia 17 tahun. Ia pernah bekerja di petani garam Hangzhou, Tiongkok. Oleh karena itu, ia tidak tamat sekolah. Zong Qinghou harus mencari pekerjaan lain dengan menjadi tukang susu dan pekerja konstruksi.
Pengalaman bekerja selama 15 tahun kemudian akhirnya kembali ke desanya dan menjadi seorang penjaga toko grosir. Ia bisa memperoleh 30 yuan atau setara dengan Rp 63 ribu per bulan.

Seiring perjalanan waktu, pada usia 42 tahun, Zong Qinghou akhirnya mengambil alih sebuah perusahaan kecil dan memproduksi minuman berkarbonasi serta es. Perjuangannya pun tak mudah. Karena harus mengayuh sepeda roda tiga untuk menjual produk-produknya.

Kemudian tahun 1988, ia mendirikan perusahaan minuman Wahaha dan produk ini akhirnya disukai anak-anak di masa itu. Meski bisnisnya sukses, Zong Qinghou tak berhenti berinovasi dan membeli beberapa perusahaan makanan kaleng. Berkat usahanya, Wahaha kini menjadi perusahaan minuman manufaktur terbesar di Tiongkok.
Namun ia tetap hidup sederhana dan menjadi panutan banyak orang di era modern ini. Sosok pria Zong yang kini hidupnya sudah kaya raya dan berkecukupan, ia selalu rendah hati dan tak sombong. Hidup hemat pangkal kaya sampai saat ini diterapkan termasuk kepada keluarga. (KRO/RD/Srmb.com/Grid.ID)