Pemko Medan Gratiskan Retribusi Parkir Tepi Jalan

16

RADARINDO.co.id – Medan : Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan secara resmi menggratiskan retribusi parkir tepi jalan di Kota Medan, kecuali di wilayah e-Parking (parkir elektronik) mulai, Selasa (2/4/2024).

Baca juga : Berkah Ramadhan Polres Tapsel Ramai Dikunjungi Lansia

“Mulai, Selasa 2 April 2024, Pemko Medan tidak lagi mengutip retribusi parkir tepi jalan, kecuali di wilayah e-Parking. Jadi kami tegaskan, saat ini selain di wilayah e-Parking, masyarakat tidak perlu lagi membayar retribusi parkir. Pemko Medan menggratiskan retribusi parkir tepi jalan di seluruh wilayah Kota Medan, kecuali kawasan e-Parking,” ucap Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, melansir sumutpos, Rabu (03/4/2024).

Dikatakan Iswar, penggratisan parkir tepi jalan secara konvensional (non e-Parking) tersebut berlaku untuk semua jenis kendaraan bermotor.
Diakui Iswar, penggratisan parkir tepi jalan tersebut dinilai sebagai sebuah kebijakan yang ekstrim dan berani. Akan tetapi, kebijakan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keberpihakan Pemko Medan kepada masyarakat.

Selain itu, sambung Iswar, Pemko Medan juga banyak melihat terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sistem pengutipan retribusi parkir tepi jalan secara konvensional.

“Jadi daripada yang menikmati (kebocoran itu) oknum-oknum tertentu, maka lebih baik Pemko Medan menggratiskan parkir tepi jalan secara konvensional. Lebih baik masyarakat yang kita untungkan,” katanya.

Baca juga : Kajari Bersama Pj Walikota Padangsidimpuan Bantu Warga Kurang Mampu

Dijelaskan Iswar, saat ini ada 145 titik e-Parking di Kota Medan. Pada titik-titik tersebut, masyarakat pengguna jasa parkir wajib membayar retribusi parkir secara cashless atau non tunai kepada juru parkir (jukir) yang diberikan tanda pengenal khusus.

“Sementara untuk di luar wilayah e-Parking, tidak ada lagi jukir, karena tidak ada lagi pengutipan retribusi parkir tepi jalan. SPT dan tanda pengenal jukir-jukir tersebut sudah kita tarik. Maka bila masih jukir yang mengutip, kita pastikan bahwa orang tersebut adalah jukir liar,” tegasnya.

Dengan begitu, tegas Iswar, bila masih ada pengutipan retribusi parkir di luar wilayah e-Parking, maka dapat dipastikan bahwa pengutipan tersebut adalah bentuk pungutan liar (pungli).

“Bila masih ada yang mengutip retribusi parkir di luar wilayah e-Parking, masyarakat jangan mau membayarnya karena itu pungli. Segera laporkan ke pihak kepolisian karena kita di Pemko Medan juga sudah berkoordinasi dengan teman-teman di kepolisian terkait kebijakan ini,” pungkasnya. (KRO/RD/SP)