Pemuda Demokrat Indonesia Akan Dampingi Warga Patumbak RDP Komisi D DPRD Sumut

19

RADARINDO.co.id – Medan : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumatera Utara akan mendampingi warga Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang hadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Baca juga : Polda Sumut Diminta Gerebek PKS Mini Diduga Penadah TBS

Hai itu disampaikan Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Drs. Rafl A Tanjung kepada wartawan di kantornya Jalan Kejaksaan no. 6 Medan Petisah, Sabtu (1/6/2024).

Berdasarkan keterangan warga dan hasil pantauan di lokasi pabrik, DPD Pemuda Demokrat Indonesia Sumut berkesimpulan agar persoalan ini diteruskan ke pihak dewan. “Kita berharap persoalan ini kita selesaikan di meja rapat bersama dewan,” jelas Rafli Tanjung yang juga merupakan aktivis pergerakan di era 90-an.

Aktivis yang terus bergerak mendampingi warga sejak tahun 1994 ini terus bersama warga, walaupun pernah vakum beberapa tahun. Namun keinginan untuk bergerak kembali setelah melihat kondisi yang semakin carut marut, dirinya merasa terpanggil kembali.

Kader aktivis pergerakan yang pernah mengikuti pengkaderan tahun 1989 ini sebelum terjun ke dunia pergerakan aktivis, tidak diragukan lagi untuk mendampingi warga.

Menurut Rafli Tanjung, pendampingan untuk warga yang terdampak pencemaran limbah pabrik itu sudah berlangsung lama. Sehingga warga tidak dapat menuntut haknya kepada pihak pabrik.

Baca juga : PT Angkasa Pura I dan II Dibubarkan, Laporan Keuangan Dicurigai Bocor

Pernyataan ini sebagaimana yang disampaikan warga bernama Linda Wati Barus, yang mengaku kolamnya tercemar limbah sejak 10 tahun terakhir sehingga tidak dapat difungsikan. Oleh sebab itu, warga yang terdampak pencemaran lingkungan oleh limbah pabrik itu, dapat diberikan konpensasi ganti rugi.

Hal senada juga disampaikan Vina Barus. Disebutkan bahwa areal yang dulu dipergunakan untuk usaha keluarganya saat ini sudah tidak bisa lagi digunakan airnya.

Disebutkannya juga bahwa akibat limbah dan getaran pabrik yang mengelola peralatan berat itu, bangunan disekitar pabrik rusak. Meskipun aliran limbah telah dialihkan namun ketika hujan turun limbah itu mengalir ke kolam yang berada di areal lahan milik keluarga Barus.

Atas dasar itu Rafli Tanjung bertekad untuk mendampingi warga agar mendapatkan keadilan. “Kita akan bersinergi dengan rakyat untuk menyahuti aspirasi rakyat agar ditampung di legislative,” jelas Rafli Tanjung.

Dijelaskan bahwa mereka akan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan warga terhadap 4 pabrik dan satu induk pabrik yang mengontrakan pabrik itu ke perusahaan asing.

Menurutnya, mereka sudah melengkapi segala sesuatunya, termasuk dokumen terakhir dan photo-photo serta pernyataan warga.

“Pada prinsipnya kita hanya sebagai pendamping warga. Sedangkan rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Sumut akan dilaksanakan awal Juni 2024 ini,” terang Rafli Tanjung. (KRO/RD/Ganden)