Pendapatan UGK Pelindo Diduga Tak Miliki Laporan Keuangan 3 Tahun

171

RADARINDO.co.id-Medan: Investasi UGK diduga menimbulkan pertentangan kepentingan atau Conflict of Interest. Dimana tahun 2016 berdasarkan RKAP diberi target pendapatan sebesar Rp26.283.963.701, biaya sebesar Rp24.858.454.579 dan laba sebesar Rp1.299.598.246.

Dimana UGK untuk mencapai target memperolah kontrak dari cabang cabang dilingkungan Pelindo dan pihak eksternal. Pendapatan UGK yang dicatat pada laporan keuangan konsolidasi tahun 2016 setelah dilakukan Jurnal eliminasi sebesar Rp9.073.859.607, (Rp27.975.600.965 – Rp17.253.574.692 – Rp1.648.166.666).

Pencatatan atas nama kontrak antara Pelindo I dengan UGK diduga tidak melibatkan adanya kas masuk/ transaksi kas dari luar entitas pelaporan. Karena merupakan kontribusi dari kantor pusat berupa pemberian modal kerja.

Modal kerja yang diberikan kantor Pelindo pusat digunakan UGK untuk biaya bahan yeng terdiri dari pembelian lahan – pembayaran upah – biaya dan lain – lain.  Pelindo mencatat pendapatan laba tahun 2016 sebesar Rp27.975.600.965.

UGK mencatat beban bahan selama tahun berjalan yang bersumber dari modal kerja untuk pekerjaan 14 kapal milik PT Pelindo atau total sebesar Rp17.253.574.692, antara lain:

  1. Bayu I Rp2.186.500.848.
  2. Sei Deli II dan Sei Deli IV Rp100.000.000.
  3. MPI – 051 dan Selat Laut Rp365.160.267.
  4. AP – 033 Rp37.215.756.
  5. Bayu III Rp574.131.740.
  6. MPI 004 Rp205.879.610.
  7. Sei Nunang I dan Sei Nunang II Rp1. 671.960.000.
  8. Bima I Rp2.559.274.469.
  9. Bima II Rp1.211.787.992.
  10. Sei Deli Rp1.516.290.000.
  11. Sei Deli III Rp917.270.000.
  12. Bima IX Rp2.438.508.299.
  13. Hang Tuah Rp1.996.127.800.
  14. Selat Laut Rp1.509.467.911.

UGK merupakan unit pelaksanaan dilingkungan perusahaan di pimpin General Manager yang berada dan bertanggung jawab kepada Direksi dengan menjalankan fungsi UGK penyedia jasa galangan kapal, jasa perbaikan fasilitas dan peralatan di bidang Kepelabuhanan, jasa kontruksi dibidang Pelabuhan, jasa konsultan di bidang Kepelabuhanan dan jasa pendidikan dan latihan.

Dokumen pengadaan pekerjaan diketahui diperoleh pekerjaan oleh UGK melalui pelelangan. RKS administrasi dan umum seluruh pekerjaan tersebut mengatur bahwa pihak yang dapat mengikuti pelelangan adalah perusahaan yang memenuhi persyaratan.

Beberapa persyaratan dalam RKS Administrasi dan umum, maka UGK sebagai unit pelaksana pekerjaan di bawa Pelindo secara hukum tidak memiliki kapasitas untuk mengikat diri pada perjanjian investasi dan bertindak sebagai pelaksana pekerjaan.

Selain itu, UGK juga diduga tidak memiliki laporan keuangan 3 tahun terakhir dan telah diaudit oleh akuntan publik dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian. Akan tetapi dokumen penawaran yang diajukan oleh UGK melampirkan Laporan Keuangan berupa LP Pelindo.

Pemeliharaan kapal dilakukan untuk mengurangi kemungkinan risiko kerugian yang lebih besar yang diakibatkan kerusakan yang tidak terduga. Pekerjaan yang dilaksanakan UGK serta untuk mempertahankan kesiapan operasional, periode tahun2016 sampai 2018 atau sebesar Rp25.471.870.000, antara lain:

  1. Bayu II, Docking, Replating, dan penerimaan Klas BKI, Cabang Dumai Rp4.438.837.000.
  2. Bima I, Docking dan special Survey, Cabang Dumai Rp4.541.495.000.
  3. Bima IX Docking, Replating, dan penerimaan Klas BKI, Cabang Dumai Rp4.089.446.000.
  4. Hangtuah, pekerjaan Docking dan intermediate Survey, Cabang Dumai Rp3.343.962.000.
  5. Sei Deli, pekerjaan Docking kapal Tunda KT Sei Deli (GO Genset ka/ki. Perbaikan AC Central, Harbor genset, AC ECR dan Fire Detection Alarm special survey BKI) Cabang Tanjungbalai Karimun Rp2.546.530.000.
  6. Sei Deli III, Pekerjaan docking KT Sei Deli III dan GO gensetdan annual survey, Cabang Tanjungbalai Karimun Rp1.545.442.000.
  7. Selat Laut III Pekerjaan Annual Survey KT Selat Laut, Cabang Belawan Rp2.582.222.000.
  8. Seinunang, pekerjaan Top overhaul main engine dan GO genset dan docking survey BKI KPC Sei Nunukan 01 dan 02 Rp2.383.936.000.

 Sementara itu, Direktur Utama Pelindo telah dikonfirmasi melalui surat Nomor: 28/RADARINDO.CO.ID/KB/2021 tanggal 25 Januari 2021. Namun belum mendapat tanggapan secara tertulis maupun lisan. (KRO/RD/Tim)