Penerbangan Tujuan Nias, KNIA Perketat Protokol Kesehatan

77

RADARINDO.co.id-Nia:
Tim Gugus Tugas penanganan virus Corona bersama menajemen Angkasa Pura II Kualanamu, pada 21 September 2020, resmi memberlakukan pengetatan protokol kesehatan bagi calon penumpang tujuan Kepulauan Nias.

“Protokol kesehatan di Bandar Udara KNIA dijalankan secara ketat sesuai regulasi. Kami juga mengimbau agar penumpang dapat melihat sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk membantu kelancaran penerbangan, ”kata Pelaksana Tugas Manager Branch Communication, Fajri Ramdhani, Senin (21/9).

Bagi penumpang pesawat yang berangkat / tiba di Bandara KNIA berikut 5 hal yang harus diperhatikan. Penumpang pesawat domestik yang ingin terbang wajib membawa surat hasil Rapid Test atau PCR Test yang berlaku maksimal 14 hari pada saat ini.Sementara penumpang rute internasional yang ingin terbang, diimbau untuk menghubungi maskapai atau kedutaan negara tujuan untuk melihat berbagai syarat perjalanan.


Penumpang rute internasional yang mendarat di KNIA dan harus membawa hasil PCR Test dari negara yang meninggal. Apabila tidak membawa, akan dilakukan Tes PCR saat tiba dan wisatawan akan dikarantina hingga hasil tes keluar.

Penumpang rute domestik dan penumpang rute internasional yang baru mendarat wajib sudah diisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card / HAC) melalui aplikasi e-HAC atau Formulir kertas.

Penumpang pesawat di Bandara KNIA, akan melalui pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner, pemeriksaan surat hasil Rapid Test / PCR Test, Security check point untuk pemeriksaan barang bawaan, Meja check in, untuk publikasi boarding pass dan surat hasil Rapid Test / PCR Test.

Lalu pemeriksaan boarding pass untuk naik pesawat, Pemeriksaan e-HAC atau HAC bagi penumpang yang baru mendarat. “Dengan memperhatikan 5 hal pokok itu, maka penumpang di Bandara KNIA dapat membantu kelancaran penerbangan di tengah masa adaptasi baru,” ujar Fajri.

Di samping itu, penumpang wajib memperhatikan informasi mendasar lainnya, seperti wajib memakai masker saat berada di bandara dan ketika naik pesawat, menerapkan jarak fisik, serta harus selalu terinformasi mengenai operasional penerbangan semisal jika ada perubahan jadwal pesawat pesawat.

Sementara itu, bagi penumpang pesawat yang lalu lintas lalu lintas dengan transportasi publik harap diperhatikan untuk membuka layanan sedini mungkin karena dilakukan naik turun frekuensi dan armada. (KRO / RD / Analisa)