Pengguna Aplikasi BiP Semakin Diminati Beragam Manfaat Saingi WhatsApp

210

RADARINDO.co.id-Medan: Kejanggihan teknologi terus berpacu seiring perkembangan zaman. Apalagi, dunia medsos saat ini menjadi sarana penting bagi usaha online.

Tidak heran, handphone atau android saat ini menjadi sarana penting bagi semua kalangan tanpa batas sosial. Canggih bukan?

Kehadiran aplikasi BiP saat ini dikabarkan mewarnai aplikasi yang bakal menyaingi WhatsApp (WA). Kebijakan baru WA membuat penggunanya beralih ke aplikasi lain dan salah satu yang kini mulai banyak dipakai netizen pemilik smartphone adalah BiP.

Serupa dengan Whatsapp, BiP merupakan aplikasi pengiriman pesan, panggilan suara, berbagi file dan video serta lokasi.

Aplikasi buatan Turki ini menawarkan sejumlah kelebihan jika dibandingkan dengan Whatsapp. Bahkan peminatnya setiap hari terus bertambah.

Membuat grup obrolan pada Whatsapp, dibatasi maksimal hanya 265 orang, sedangkan di BiP jumlah peserta dalam grup BiP bisa mencapai 1000 orang. Sementara, WhatsApp maksimal 5 orang.

Bahkan kelebihan dari aplikasi BiP dibanding WhatsApp lainnya adalah, BiP bisa digunakan untuk 50 kali sebulan webinar dalam jumlah banyak selama promosi.

Apalagi aplikasi BiP juga Bisa ngirim foto berkualitas high definition (HD) dan video panjang. Serta pesan yang dikirim di aplikasi BiP juga bisa diterjemahkan ke 100 lebih bahasa di dunia.

Manfaat dan kelebihan aplikasi BiP lainnya adalah sudah menggunakan teknologi hi-tech, chatting mulus, panggilan telepon jernih, kualitas gambar video call lebih bagus, begitu juga voice mail.

BiP adalah platform komunikasi dan kehidupan yang aman, mudah digunakan, GRATIS, yang menawarkan komunikasi tanpa batas dan berbagai fitur utilitas seperti terjemahan instan ke 106 bahasa dan nilai tukar.

Terlepas dari seberapa jauh, pada orang yang anda cintai dan kolega hanya BiP. Langsung terhubung melalui panggilan suara atau video HD dengan maksimal 10 orang di seluruh dunia secara Gratis.

BiP dapat menerjemahkan 106 bahasa saat bepergian. Cukup tulis pesan dalam bahasa lokal anda dan pesan itu akan diterjemahkan secara otomatis ke ponsel teman anda.

WhatsApp menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga privasi pengguna meskipun akan ada beberapa perubahan persyaratan dan kebijakan, Selasa (12/1/2021) lalu.

Perubahan kebijakan tersebut telah mendorong banyak orang di dunia, termasuk di Singapura, untuk beralih ke aplikasi obrolan lainnya.

Pasalnya, perubahan tersebut memungkinkan beberapa data WhatsApp dibagikan dengan perusahaan induk Facebook.

Ia juga mengatakan bahwa pembaruan kebijakan tidak mempengaruhi privasi pesan dengan teman atau keluarga, dikutip dari The Straits Times.

Sementara itu, Adam menambahkan, perubahan tersebut terkait dengan pengiriman pesan bisnis di WhatsApp yang bersifat opsional.

WhatsApp menekankan bahwa pihaknya maupun Facebook tidak dapat membaca obrolan WhatsApp atau mendengar panggilan pengguna karena mereka terenkripsi.

Ini juga berlaku untuk obrolan yang dilakukan konsumen dengan bisnis melalui WhatsApp.

Beberapa perusahaan dapat memilih untuk menyimpan pesan dengan aman di server Facebook untuk membantu mereka mengelola obrolan.

WhatsApp meyakinkan bahwa Facebook tidak akan secara otomatis menggunakan obrolan konsumen dengan pedagang untuk menentukan iklan yang dilihat orang-orang.

Hal itu memungkinkan sebuah perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk tujuan pemasarannya sendiri, seperti iklan di Facebook.

Meski begitu, Facebook tidak dapat menargetkan iklan umum dengan cara yang mirip dengan pengguna, kata juru bicara WhatsApp kepada The Straits Times, Rabu (13/1/2021).

Tetapi, pakar privasi mengatakan, kekhawatiran dan ketidakpastian tentang perubahan kebijakan tersebut mengakibatkan pengguna memilih aplikasi perpesanan lain yang dianggap memiliki fitur privasi yang lebih baik.

Sehubungan dengan hal itu, Telegram mengatakan bahwa aplikasinya memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif di minggu-minggu pertama Januari, dan 25 juta pengguna baru bergabung dengan Telegram dalam 72 jam terakhir, menurut laporan AFP.

Sementara WhatsApp memiliki lebih dari 2 miliar pengguna. Di Singapura, Telegram dan Signal mengalami kenaikan di Apple App Store dan grafik Google Play, setelah WhatsApp mengumumkan perubahan Rabu (13/1/2021) lalu.

Pada hari Minggu (10/1/2021), Signal menjadi aplikasi nomor satu di Google Play Singapura. Seminggu sebelumnya, Signal tidak termasuk di antara 100 aplikasi teratas, kata perusahaan analitik App Annie.

Itu artinya, Telegram mengalami kenaikan, padahal sebelumnya berada di nomor 12 pada minggu lalu.

Beberapa pengguna yang beralih ke alternatif tersebut dikarenakan kebijakan privasi WhatsApp yang baru, yakni pengiriman data ke Facebook.

Sophia Ong (39) yang merupakan seorang pendidik, bergabung dengan Telegram dalam seminggu terakhir.

Beberapa obrolan grupnya telah berpindah ke Telegram, meskipun dia masih mempertahankan akun WhatsApp-nya karena banyak kontaknya masih menggunakan aplikasi WhatsApp.

Pengacara teknologi di Withers KhattarWong, Jonathan Kok, mengatakan bahwa perubahan WhatsApp tidak mungkin melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

Hal tersebut lantaran telah diberitahukan sebelumnya kepada pengguna WhatsApp bahwa mereka membuat perubahan kebijakan tersebut.

Jonathan mencatat bahwa WhatsApp telah berbagi data dengan Facebook selama bertahun-tahun hingga sekarang, terutama informasi teknis, setelah memperoleh layanan perpesanan pada tahun 2014.

“Bahkan jika Facebook memiliki semua informasi dan ingin menggunakannya, mereka tidak melalui WhatsApp untuk melakukannya, mereka akan menggunakannya melalui akun Facebook,” kata Jonathan, sesuai dilansir dari tribunnews.com.

Aplikasi BiP maupun WhatsApp saling memiliki kelebihan. Sehingga dapat digunakan sesuai kemauan. Tidak dapat dipungkiri, mengguna aplikasi WhatsApp masih lebih banyak saat ini. (KRO/RD/Tribn)