Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster Tujuan Tanjung Pinang Digagalkan

206
Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster Tujuan Tanjung Pinang Digagalkan
Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster Tujuan Tanjung Pinang Digagalkan

RADARINDO.co.id – Jakarta : Sebanyak 23.942 ekor Benih Bening Lobster (BBL) atau benur dalam kemasan paket garmen tujuan Tanjung Pinang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, digagalkan Aparat gabungan, Jumat (5/3/2021).

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina, menyebut benur tersebut rencananya akan dikirim ke Tanjung Pinang melalui kargo pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA286.

Baca Juga : Kecamatan Psp Utara Juara Umum MTQ ke XX Tahun 2021

“Berkat sinergitas dan dukungan dari instansi terkait serta stakeholder di lingkungan bandara, kita berhasil menggagalkan pengiriman benih bening lobster pada Jumat 5 Maret kemarin,” kata Rina dalam keterangannya, Minggu (7/3/2021)

Rina menjelaskan, pengirim menyamarkan aksinya dengan menuliskan produk garmen seperti seprai, kaos dan celana pada karung kemasan yang hendak dikirim. Namun, petugas menemukan sesuatu yang mencurigakan saat paket tersebut melewati sinar x-ray.

Petugas pu membuka karung tersebut dan ditemukan benur yang dikemas dengan kardus dan koper. Saat dibuka, ditemukan 30 kantong BBL dan 5 botol es batu.

“Masing-masing kantong berisi 800 ekor benur yang terbagi dalam 1 kantong berisi 584 ekor jenis pasir dan 158 ekor jenis mutiara,” tuturnya.

Petugas BKIPM langsung menyita dan melakukan penanganan BBL tersebut lebih lanjut untuk disegarkan (reoksigen). Rina memastikan, jajarannya bersama aparat kepolisian masih memburu pengirim komoditas yang dilarang untuk dilalulintaskan tersebut.

Baca Juga : Seorang Pria Warga Balige Akui Palsukan Surat Tanah Diduga Melibatkan Oknum Kades Dijual ke Pemilik Hotel

“Terhadap terduga yang mengirim benih bening lobster masih dalam pencarian,” urainya.

Dia berharap kejadian ini menjadi peringatan kepada para tengkulak atau penyelundup BBL. Dia memastikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan selalu melakukan pengawasan terhadap komoditas ini, terutama di sejumlah daerah rawan pengiriman maupun penyelundupan.

“Kita akan terus awasi. Semoga ini menjadi peringatan kepada siapapun, jadi jangan coba-coba,” tegas Rina. (KRO/RD/Mrd)