Perngelolaan Parkir di Pekanbaru Diterpah “Gonjang Ganjing”

110

RADARINDO.co.id-Pekanbaru : Pengelolahan perparkiran di Pekanbaru, Riau, mulai diterpa isu dan gonjang-ganjing. Masalah perparkiran di kota Pekanbaru dikabarkan membuat sejumlah elemen masyarakat resah.

Bukan hanya masyarakat saja yang merasa kebingungan, para pelaku bisnis dan pengusaha lainnya juga ikut terkena imbasnya.

Termasuk yang disampaikan oleh Tar-Tar Simanjuntak. Sosok yang mengaku bahagian dari Pendiri Ormas Pemuda Pancasila di Provinsi Riau ini juga ikut Geram dengan terbitnya Perwako tentang Perparkiran di Kota Pekanbaru.

Pria berumur 72 tahun ini menilai ada keanehan dengan Kebijakan Pemko Pekanbaru. Yang justru secara spontan tanpa prosedur yang jelas menunjuk PT. D sebagai pemenang Tender.

“Bayangkan saja, hanya dengan Perwako. Telah nyata-nyata mengangkangi 45 anggota DPRD selaku pemegang mandat lebih dari 1 juta jiwa di Kota Pekanbaru ini” ungkap Tar-Tar dengan nada kecewa.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Gabungan Lembaga Anti Korupsi Indonesia, mengajak semua pihak agar dapat lebih tenang dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Bagi kami, siapapun pengelolah parkir di Kota Pekanbaru ini, wajib menjunjung tinggi azas saling menguntungkan, terutama dalam rangka meningkatnya kesejahteraan para pekerja, yakni para juru parkir”, tegas Larshen Yunus S.Sos, Sc, SE, CLA, MM, MSi.

Selain itu, Yunus yang juga sebagai Ketua Umum Gabungan Lembaga Anti Korupsi Indonesia ini juga tak bosan-bosannya mengingatkan, agar para pelaku usaha harus taat asas, dengan tidak melakukan perbuatan melawan hukum, ujarnya di Kedai Kopi Laris (17/2/2020), Jln Karet daerah Pasar Bawah.

Sebelumnya, Tar Tar Simanjuntak dan Karta Atmaja sangat Kecewa dengan Pemko, Pimpinan Walikota Firdaus. Pihaknya berencana akan melakukan suatu perlawanan, namun dengan cara-cara yang elegan.

“Anda boleh tanya sama siapa saja, boleh sama Pak Ahmad Bebas, Pak Doktor Hewan Chaidir, Pak Herman Abdullah dan kepada para tokoh di Kota ini, bahwa saya yang membuka sekaligus memulai duluan kegiatan perpakiran di Kota Pekanbaru. Tapi, kok justru kami yang Dizholimi seperti ini,” tutur Mantan Ketua FKPPI Kota Pekanbaru dengan nada tegas. (KRO/RD/YUNUS)