Perwakilan BKKBN Sumut Gelar Rakorda

250
Perwakilan BKKBN Sumut Gelar Rakorda
Perwakilan BKKBN Sumut Gelar Rakorda

RADARINDO.co.id – Medan : Perwakilan BKKBN Sumut Gelar Rakorda

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara, menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda), Rabu(4/3) di Hotel Santika Dyandra.

Acara dihadir Gubsu diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Asset dan SDA,Dr.H.Agus Tripriyono. Plt Perwakilan BKKBN Sumut, Drs Sahidal Kastri, M.Pd, Wakil Ketua Perkadis Drs. Seruan Sembiring, M.Si serta undangan.

Dalam pidato, Gubsu Edy Rahmayadi diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Asset dan SDA,Dr.H.Agus Tripriyono memaparkan bahwa, merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020, BKKBN diberi mandat untuk berkontribusi secara langsung terhadap 2 (dua) dari 7 (tujuh) agenda pembangunan/prioritas nasional (PN) pada RPJMN IV 2020-2024.

Baca juga : Bobby Nasution : Jangan Ada Penyelewengan Dengan Anggaran 

Yaitu untuk meningkatkan sumber daya manusia (sdm) berkualitas dan berdaya salng, serta mendukung revolusi mental dan pembangunan kebudayaan yang dalam pelaksanaannya adalah membangun kepedulian dan keikutsertaan masyarakat dalam memberhasilkan kependudukan Keluarga Berencana dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan keluarga.

“Tantangan kita saat ini adalah semakin meningkatnya jumlah penduduk di Sumatera Utara, menurut bps pada tahun 2019 jumlah penduduk Sumut sebanyak 14,5 juta jiwa dan pada tahun 2025 diproyeksikan bertambah menjadi, 15,5 juta jiwa,” kata Gubsu.

Selanjutnya, jumlah penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan semakin dibutuhkannya ruang dan lahan luas. Untuk itu kita butuh perencanaan yang matang dalam menentukan arah kebijakan.

“Saya berharap grand design pembangunan kependudukan yang sudah ada sejak tahun 2014 pada tingkat provinsi Sumatera Utara dapat pula dijabarkan oleh seluruh OPD Kependudukan dan KB Kabupaten/Kota se Sumatera Utara. Dengan adanya Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) tersebut memberi arah kebiiakan sehingga tujuan yang ingin dicapai semakin realistis untuk diwujudkan,”sebutnya.

Agar pelayanan KB berkualitas dan merata pada semua tempat pelayanan kesehatan, berikan informed choice (pilihan) kontrasepsi kepada pasangan usia subur (pus) dengan menyediakan alat dan obat kontrasepsi sesuai dengan pilihan dan kesehatan peserta KB.

Hal lain disampaikan, terkait pengelola bangga kencana harus mengembangkan kebijakan dan strategi pemetaan terhadap berbagai program di daerah berdasarkan potensi dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing daerah.
“BKKBN harus memiliki peta wilayah mana yang perlu penguatan dan wilayah mana yang perlu pengembangan dan sebagainya,”ungkapnya.

Plt Kepala BKKBN Perwakilan Sumut, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, mengatakan, secara umum gambaran pencapaian Program Bangga Kencana sampai dengan akhir tahun 2020 masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil perhitungan Kerjasama Puslitbang KB – KS BKKBN dengan Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia pada Tahun 2020.

Baca juga : Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Pertanda Apa? 

Beberapa pencapaian yang belum maksimal diantaranya Angka kelahiran Total (total fertility rate/TFR) 15-49 tahun baru mencapai 3,07 per Wanita Usia Subur(WUS) dan belum mencapai target yang diharapkan 2,20 per WUS.

Begitu juga dengan persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) hanya mencapai 16,90 persen dari target 8,64 persen. Indikator Peningkatan angka prevalensi kontrasepsi modern, baru mencapai 49,6 persen dari target sebesar 56,67 persen.

Untuk indikator menurunnya angka kelahiran remaja baru mencapai 25,4 dari target sebesar 22,0. Indikator Meningkatnya Indeks Pembangunan Keluarga hanya mencapai 48,20 dari target sebesar 56,69 dan indicator Meningkatnya Median Usia Kawin Pertama Perempuan hanya mencapai 21,4 dari target sebesar 22,90.

Sedangkan untuk pencapaian kinerja Proyek Prioritas Nasional pada indikator Pemenuhan ketersediaan alokon di Faskes telah mencapai 1.157 dari target sebesar 1.157 faskes atau telah mencapai 100 persen. (KRO/RD/wsp)