Petugas Gabungan Aceh Tamiang Bersihkan APK

56 views

RADARINDO.co.id : Petugas gabungan terdiri atas Pan­was­lih, Kepolisian dan Satpol PP Ka­bu­paten Aceh Tamiang mencopoti se­­lu­ruh alat peraga kampanye (APK) yang terpasang di 12 kecamatan di da­e­rah itu. Hal ini dilakukan karena su­dah memasuki masa tenang Pemilu 2019. 

 

“Diusahakan Kabupaten Aceh Tamiang bersih dari APK dan bahan kampa­nye 100 persen di masa tenang ini. Pe­­ner­tiban ini melibatkan Satpol PP, di­amankan oleh Kepolisian, Panwascam, Panwas Desa dan Panwas TPS,” kata Ketua Pan­waslih Aceh Tamiang, Imran SE, Minggu (14/4). 

 


Menurutnya, ada ribuan APK se­perti, baleho, spanduk, pos­ter dan lainnya telah dicopot dan diamankan oleh petugas. Atas penertiban ini, pihak­nya mengaku sudah berkoordinasi dengan Satpol PP yang akan mengcover pe­ner­tiban APK di 12 kecamatan sela­ma tiga hari di masa tenang, terhitung sejak tanggal 14-16 April 2019.

 

Rekomendasi Panwaslih kepada Satpol PP, semua APK dan bahan kampanye harus ditertibkan saat memasuki masa tenang, kecuali yang ada di kantor pemenangan Capres, kan­tor partai politik serta kantor pemenangan DPD. “Selain di tiga tempat tersebut semua APK harus di tertib­kan,” tegasnya.

 

Namun demikian, Panwaslih Atam juga ada menerima la­poran bahwa sejumlah parpol berinisiatif untuk menurunkan APK secara mandiri. Hal itu dikarenakan sebelumnya Pan­was­lih setempat sudah melayangkan surat imbauan untuk penertiban APK ke­pada seluruh parpol yang ada di dae­rah itu. 

 

Imran menyebutkan, masa kampa­nye dan masa Pemilu telah diatur se­suai PKPU Nomor 23/2018. Dimana, pada Pasal 25 PKPU Nomor 23/2018 tentang masa tenang dimulai sejak 14 -16 April 2019. “Pada masa tenang se­lu­ruh APK harus steril dan diter­tib­kan,” katanya. 

Dia menjelaskan, jika pihak parpol tidak mau menurunkan APK serta bahan kampanye secara mandiri, maka ada anca­man hukuman yang bisa di­terapkan yaitu pada Pasal 492 UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum. 

 

“Isi Pasal 492 itu berbunyi, setiap orang yang dengan se­ngaja melakukan kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Ko­ta untuk setiap peserta Pemilu se­ba­gaimana yang dimak­sud pada Pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidana ku­rungan paling lama 1 tahun dan den­da paling banyak Rp12 juta,” je­lasnya. (KRO/RD/ANS)