PITI Sumut Bagikan Sembako Tahun Baru Imlek : Kaya Jangan Miskin Hindari

20

RADARINDO.co.id-Medan: Ketua Dewan Pengurus Daerah Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (DPD PITI) Sumatera Utara, Tan David Sulaiman (TDS) yang biasa disapa Ko David ini memiliki pandangan yang tidak sama dengan yang lainnya. Pria berdarah Tionghoa bersuara keras dan lantang, tegas namun berhati dermawan ini nekat mengabdikan waktu dan finansial-nya demi umat melalui sedekah.

Baca juga : Pelaksanaan Musrenbang Tingkat Desa Kuta Simboling Lancar

Pria mualaf yang juga Ketua Dewan Pembina dan Penasehat Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPW IWOI) Sumatera Utara ini, tidak jarang berseberangan prinsip dengan orang -orang terdekatnya. Namun bersedekah tetap ia lakukan bahkan sejak beberapa tahun lalu sebelum ia (Ko David-Red) memeluk agama Islam.

Ibadah sedekah membantu orang yang tidak mampu sudah menjadi kebiasaan setiap hari bagi Ko David. Baginya bersedekah itu amalan untuk berbuat baik tanpa memiliki tujuan lain. Bersedekah bukan karena politik atau partai tertentu, tapi sedekah murni untuk ibadah.

“Sholat merupakan ibadah wajib yang sangat dicintai Allah SWT. Tapi ada ibadah lain yang lebih dicintai Allah SWT, yaitu bersedekah kepada saudara kita seperti anak yatim piatu, fakir miskin atau kaum dhuafa,” ujar Ko David disela-sela pembagian sembako menyambut Gong Xi Fat Choi TIahun Baru Imlek, di sekretariat PITI di Medan, Jumat (09/02/2024) sore.

Bagi saya hidup itu sangat sederhana, ujarnya, dengan membantu orang lain maka kita sudah menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah. Sejarah mencatat, Nabi Muhammad SAW bersama istrinya adalah saudagar atau pedagang. Secara finansial adalah memiliki uang yang cukup. Tapi kenapa Rasulullah selalu bersedakah dengan membagikan sebagian harta atau rezeki nya untuk membantu orang -orang susah, anak yatim dan kaum dhuafa.

Uang dan harta belum tentu bisa menyelamatkan kita didunia apalagi di akhirat. Apabila kita tidak faham syariat atau hukum Allah yang dijelaskan di dalam Alquran dan Hadist.

“Alhamdulillah saya bersama keluarga tetap sehat dan selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT. Ada salah satu pejabat yang kaya raya karena punya uang ratusan miliar bahkan triliunan rupiah. Tapi pernahkah mereka memikirkan nasib umat atau anak bangsa,” ujarnya Ko David didampingi Ketua IWOI Sumut, Ratno SH, MM, dan Ketua Koperasi IWOI Berkah Sejahtera, Dedy Rizaldi dan Poppy serta sejumlah Laskar PITI lainnya.

Baca juga : Kontrol Tekanan Darah, Ini Bahaya Stroke Akibat Pecah Aneurisma Otak

Eh, tiba -tiba ketika ia dimintai bantuan untuk anak yatim atau pembangunan Masjid, bantuan itu pun dititipkan lewat pembantu cuma Rp50 ribu saja. Seiring berjalannya waktu sang pejabat yang pelit alias kikir bin medit tadi dipanggil KPK. Berita di media mencantumkan nama dan gambarnya besar -besar. Itulah nasib orang pelit, dengan mudahnya Allah menurunkan masalah.

“Ternyata ia seorang penjahat yang tega merampas uang rakyat selama bertahun-tahun. Akhirnya keluarga ikut menanggung malu, karena ditangkap dan hartanya juga disita aparat penegak hukum untuk negara,” ujarnya.

Hemat saya, kenapa hidup itu sederhana, katanya lagi. Ketika kita diberi rezeki dari Allah SWT maka kita harus mengeluarkan hak orang Lain. Karena disitu ada hak anak yatim atau fakir miskin.

“Maka tidak salah, jika kita diperintahkan untuk mengimbangi perbuatan buruk dengan kebaikan. Manusia bukan mahluk sempurna tentu pernah berbuat kesalahan atau kesilapan. Kita harus cerdas memahami hal itu,” sambungnya lagi.

“Maka hidup jadi orang kaya itu jangan tapi miskin harus hindari. Itu falsafah hidup agar kita bisa tetap istiqoma. Semoga bantuan sembako atau sedekah ini dapat meringankan beban hidup saudara kita. Setidaknya, semangat terus bekerja mencari rezeki dan ibadah sholat dikerjakan. Juga kepada saudara kita yang non muslim harus melakukan hal yang sama. Jaga kekompakan,” ujarnya dengan nada mengingatkan.

Sebelumnya, momen menyambut Gong Xi Fat Choi atau tahun baru Imlek. Ketua PITI Sumut memberikan bantuan sembako gratis sebanyak 300 paket. Bantuan ini diberikan diutamakan kepada warga Keturunan Tionghoa yang merayakan tahun baru Imlek.

PITI Sumut telah mengagenda peristiwa penting peduli umat, sejak beberapa tahun lalu. Bantuan sembako gratis seperti beras, gula, minyak goreng, telor, nasi, kue- kue, minum vitamin dan kesehatan, susu balita. Termasuk pakaian muslim untuk ibadah seperti peci atau lobey, sajadah, Alquran dan buku panduan sholat, termasuk kursi roda dan lain-lain.

Ketua PITI Sumut, Tan David Sulaiman (TDS) memberikan bantuan sembako gratis setiap hari Jumat dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) maupun peringatan Hari Besar Nasional (HBN). Sedekah ini diberikan bagi warga yang kurang mampu seperti anak yatim.

PITI Sumut pada tahun 2023 mencatat bantuan yang diberikan kepada anak yatim, kaum dhuafa, fakir miskin, para abang becak, supir grab, dan masyarakat lainnya tanpa membedakan suku dan agama, total bantuan PITI Sumut untuk sembako dan lain- lain mencapai lebih kurang 20.000 paket. Semoga bermanfaat, Aamiin Yaa Rob… (KRO/RD/TIM)