Polda Sumut Bekuk Komplotan Perampok Mesin ATM

65

RADARINDO.co.id – Medan : Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil membekuk lima orang komplotan spesialis pembobol mesin ATM antar provinsi.

Dalam aksinya, komplotan tersebut merusak mesin ATM dengan alat berupa linggis dan mesin las untuk menguras isi ATM. Bahkan, para pelaku juga membekali aksinya dengan senjata api rakitan

Baca juga : Makan di KFC BTC Simpang Zipur Kena Pajak, Kebijakan Siapa?


Kelima pelaku masing-masing bernama Muhammad Pol Agusli alias Ipul warga Kabupaten Oki Provinsi Sumatera Selatan, Arya Hermansyah warga Provinsi Riau, Indra Putra warga Riau, Antoni Silitonga warga Kabupaten Humbahas dan Landi Messa warga Sumatera Barat.

Polisi menjelaskan, mereka beraksi sejak tahun 2020 lalu dengan total enam Provinsi diantaranya Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Total uang yang telah berhasil mereka raup dari pembobolan mesin ATM mencapai Rp 3 miliar.

“Yang pertama sejak tahun 2020. Jadi sudah 3 tahun berjalan, 15 lokasi di 6 Provinsi. Cara bekerja mereka sudah terstruktur jadi ada yang bertugas untuk mengamati, atau menjadi orang survey untuk ATM yang akan dibobol. Mereka akan berkomunikasi dengan tim eksekutor dengan peralatan,” kata Kapolda Sumut, Irjen Agung Setya Imam Effendi, Rabu (23/8/2023) saat pemaparan kasus tersebut di Mapolda Sumut.

Agung mengemukakan, untuk di Sumatera Utara mereka beraksi di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Batubara. Awalnya mereka mengamati Anjungan Tunai Mandiri (ATM), sepi dan jarang dilalui masyarakat.

Baca juga : Bupati Samosir Tandatangani PKS Optimalisasi Pemungutan Pajak

Setelah itu mereka masuk dan menyemprotkan cat ke kamera CCTV di lokasi. Kemudian mereka membongkar tempat penyimpanan uang menggunakan alat las sampai terbuka. “Usai terbuka, uang ratusan juta di dalam mesin diambil dan dibawa kabur,” katanya. Polisi masih mengejar dua pelaku lainnya yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari lima dari pelaku yang ditangkap, empat diantaranya ditembak polisi karena berusaha melawan petugas. (KRO/RD)