Polisi Masih Buru Penyandang Dana Teror Kepala Anjing

51 views
Polisi Masih Buru Penyandang Dana Teror Kepala Anjing
Polisi Masih Buru Penyandang Dana Teror Kepala Anjing

RADARINDO.co.id – Pekanbaru : Polisi Masih Buru Penyandang Dana Teror Kepala Anjing

Kepolisian berhasil menangkap tiga pelaku teror pelemparan kepala anjing terhadap rumah Muspidauan, jaksa yang menjabat Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyampaikan, tiga orang pelaku yang berhasil ditangkap berinisial IP, DW dan KO. Ketiga pelaku ini yang melakukan aksi teror di tiga lokasi, yakni pelemparan kepala anjing ke rumah Kasi Penkum Kejati Riau, Muspidauan, penyiraman bensin ke rumah Sekretaris LAM Riau, M Nasir Penyalai, dan menulis kata kasar dan kotor di rumah Ketua PWNU Riau, Tengku Rusli Ahmad.

Baca juga : Demi Asuransi Jiwa, Ayah Bunuh 2 Anaknya yang Autis 


“Pelaku sebenarnya ada lima orang. Tiga yang baru berhasil kita tangkap. Mereka melakukan aksi teror pada tanggal 3, 4 dan 5 Maret 2021 lalu,” ungkap Agung kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolda Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru, Jumat (12/3/2021).

Untuk dua pelaku lagi, sambung dia, masih diburu. Mereka berinisial J dan B. Agung menjelaskan, motif para pelaku melakukan aksi teror karena tidak terima hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Pada musdalub tersebut, Muspidauan dipilih sebagai ketua Harian LAM Pekanbaru. Pelaku juga menyiramkan bensin ke rumah Sekretaris LAM Riau M Nasir Penyalai, karena ikut mendukung Muspidauan.

Sedangkan teror penulisan kata kotor dan kasar di rumah Tengku Rusli Ahmad masih didalami polisi. “Dalam melakukan aksi teror, para pelaku dibiayai oleh pelaku yang masih buron berinisial J. Sedangkan pelaku buron berinisial B ikut dalam melakukan teror,” ungkap Agung.

Diberitakan sebelumnya, rumah Kasi Penkum Kejati Riau, Muspidauan, di Kota Pekanbaru, Riau, dilempari potongan kepala anjing, Jumat (5/3/2021). Potongan kepala anjing yang sudah dijagal oleh terduga pelaku, ditemukan usai Muspidauan shalat subuh di masjid dekat rumahnya di Jalan Puyuh, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

“Sudah 30 tahun saya bekerja baik-baik saja. Belum pernah terjadi kejadian seperti ini. Ini semacam teror psikis bagi saya,” tutur Muspidauan kepada wartawan, Sabtu (6/3/2021).

Baca juga : Belasan Ruko Di Kota Pinang hangus Dilalap Sijago Merah

Karena merasa tidak nyaman, ia melaporkan kejadian itu ke Polresta Pekanbaru. Muspidauan berharap dugaan teror ini bisa terungkap, karena menyangkut marwah sebagai penegak hukum di Kejati Riau. (KRO/RD/Kompas.com)