Polsek Patumbak Tangkap Pelaku Penganiaya

127
Polsek Patumbak Tangkap Pelaku Penganiaya

RADARINDO.co.id-Medan : Polsek Patumbak Tangkap Pelaku Penganiaya

Polsek Patumbak tangkap pelaku penganiaya, seorang pelaku pemukulan yan mengakibat korban jiwa Muhamad Farhan Lubis (17).

Polisi menangkap RA aliasRangga di Tebing Tinggi pada tanggal 2 Februari 2021. Pelaku, RA alias Rangga (22) warga Jalan Pengilar Gang Pengilar, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas.


Demikian dikatakan dalam konferensi pers, Selasa (9/3 2021) disampaikan Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza mengatakan kronologi kejadiannya penganiayaan itu berawal saat korban dan rekan-rekannya berkumpul di Jalan Garu VII, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga : Perselingkuhan Istri Pencari Bekicot di Jember Berakhir Tragis

Keesokan harinya, korban mengajak teman-temannya ke Trakindo Jalan SM Raja. Untuk berkonvoi mereka berkumpul sebanyak Tujuh sepeda motor.

Namun karena tidak ada balapan, mereka berbalik arah ke Perumahan Oma Deli mengarah ke Medan. Namun dalam perjalan menuju arah balik disaat rombongan korban melintas di atas Fly Over Amplas, tiba-tiba pelaku yang membawa balok berlari mengarah ke sepeda motor yang ditumpangi korban.

Pelaku saat itu hendak memukul teman korban bernama Ardian Syahputra. Tapi Ardian mengelak, lalu balok itu mengenai kepala korba Karena panik usai pemukulan, teman korban langsung melajukan sepeda motornya mengarah ke Garu VII.

Kemudian meminta pertolongan pada teman-temanya yang lain dan membawanya ke Rumah Sakit Mitra Sejati Medan.

Baca juga : TV Belasan Ruko di Kota Pinang Dilalap Sijago Merah

Kapolsek patumbak mengatakan selain tersangka pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu baju sweater satu potongan kayu yg digunakan tersangka, Honda Supra 125 BK 3486 XB dan rekaman CCTV.

Kapolsek mengatakan tersangka kita jerat Pasal 80 ayat (3) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 338 Subs Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun. (KRO/RD/Han. Dalimunthe)