Pria Beristri di Tapsel Tegah Cabuli 5 Anak di Bawah Umur

100

RADARINDO.co.id-Tapsel: Seorang pria beristri berinisial MSSTH warga Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan ditangkap polisi di Sumatera barat.

Pria yang sudah memiliki anak itu ditangkap, lantaran tega melakukan pencabulan terhadap 5 orang anak di bawah umur dengan waktu yang beda-beda.

Ironisnya, lima korban bertetangga dengan tersangka, bahkan masih teman dari putrinya. Para korban sebut saja, Melati, Mawar, Anggrek, Kamboja, dan Lavender, masih berusia 6 sampai 8 tahun.

“Peristiwa pencabulan itu, terjadi di 2017 hingga 2018 lalu,” ujar Kapolres Tapsel, AKBP Roman S Elhaj, SH SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Paulus RGP Simamora SIK, didampingi Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulfikar, SH MH, Rabu (27/1) pagi di Mapolres setempat di Padangsidimpuan.

Aksi cabul tersangka yang pertama, dilakukan kepada Kamboja, Agustus 2017 lalu, sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, tersangka menjumpai Kamboja di rumahnya. Setelah itu, Kamboja digendong menuju ke rumah tersangka dan diboyong masuk ke kamar.

Setiba di kamar, Kamboja sempat ketiduran. Ketika bangun, Kamboja sudah tak kenakan celana. Tak hanya itu, tersangka juga sudah berbuat tak senonoh ke Kamboja.

Di bulan-bulan awal pada 2018, aksi bejad tersangka kembali dilakukan ke Melati. Lagi-lagi, tersangka berbuat tak senonoh di dalam rumahnya. Saat kejadian, Melati sedang nonton TV di rumah tersangka. Ketika menonton, Melati dipangku dan dicabuli tersangka.

Kemudian, pada April 2018, tersangka lakukan aksi kejinya ke Mawar. Saat itu, tersangka menyuruh Mawar untuk duduk di tempat tidur di kamarnya. Di situlah Mawar dicabuli tersangka. Puas lakukan aksinya, tersangka memberi Mawar uang jajan Rp2 ribu.

Aksi cabul yang keempat, dilakukan tersangka terhadap Lavender pada April 2018 di dalam kamarnya juga. Tersangka, lakukan aksi bejadnya saat Lavender tengah bermain-main bersama putrinya di rumah. Tersangka, berpura-pura mengajari Lavender bermain game.

Dan, yang terakhir, pencabulan terjadi pada Anggrek di Mei 2018. Anggrek dicabuli saat bermain-main di halaman rumah tersangka.

Lagi-lagi, tersangka membawa Anggrek ke kamar. Di kamar, wajah Anggrek ditutupi bantal. Kemudian mencabuli tersangka.

“Tersangka, selalu mengancam para korban agar tak memberitahukan perbuatan cabulnya ke siapa-siapa,” imbuh Kasat.

Peristiwa pencabulan itu terungkap, saat orangtua Melati, pada Rabu (6/2/2019) lalu, mendapat pengakuan dari anaknya kalau sudah dicabuli oleh tersangka. Dari sana, orangtua Melati melaporkan hal itu ke Polres Tapsel. Namun, setelah dilapor, tersangka pergi melarikan diri.

Setahun lebih melarikan diri atau tepatnya Kamis (29/10/2020) siang, tersangka diamankan di sebuah rumah di Pasar Lubuk Malako, Desa Walinagari Sukun Barat, Kec Sangir Balai Sanggo, Kab Solok, Sumatera Barat. Setelah diamankan, petugas melakukan pengembangan dan terungkaplah lima korban lainnya.

“Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Pasal 76 E Juncto Pasal 82 UU No.17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23/2002 tentang perlindungan anak. Adapun ancaman hukumannya, yakni penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda Rp5 miliar,” papar Kasat.

Sementara Kadis PP & PA Pemkab Tapsel Tiorisma Damayanti mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendampingan terhadap semua korban. Tujuannya, Untuk memulihkan psikologis korban yang masih anak anak dan mengalami trauma berat.

“Pendampingan kita lakukan secara berkelanjutan. Kami bersama pihak pemerintah kecamatan aktif mendatangi dan memberikan pendampingan kepada para korban,” ujarnya.

Camat Angkola Timur, Ricky H Siregar mengapresiasi dan berterima kasih kepada Polres Tapanuli Selatan telah berhasil menangkap pelaku, di daerah Sumatera Barat.

“Saya Camat Angkola Timur, Mewakili Pemeritahan Kabupaten Tapanuli Selatan mengapresiasi Kinerja Polres Tapanuli Selatan, telah berhasil mengungkap kasus cabul dan menangkap pelaku. mudah mudahan ini tidak pernah terjadi lagi, khususnya di Tapanuli Selatan “Bumi Dalian Natolu,” ujar Ricky. (KRO/RD/AMR)