Pria yang Do’akan Tenaga Medis Terinfeksi Corona Sempat Beri Laporan Palsu Ngaku Akun FB Istrinya Kena Hack

35 views

RADARINDO.co.id – PAYAKUMBUH : Polisi melakukan penangkapan terhadap seorang pria bernama Desmaizar alias Ade (41) lantaran menuliskan postingan do’a agar makin banyak paramedis yang terinfeksi virus Corona (Covid-19). Postingan tersebut ditulisnya melalui akun Facebook (FB) istrinya.

Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan menjelaskan, tersangka diciduk lantaran diduga telah melakukan tindak pidana UU ITE terkait penyebaran informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik dan menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.

“Terhadap tersangka dilakukan penahanan,” kata Donny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/4), dilansir dari Okezone.


Pelaku memposting kalimat tersebut melalui akun Facebook milik istrinya, nola.bundanyaasraf. “Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh,” tulisnya.

Menurut Donny, setelah postingan tersebut viral, tersangka kemudian mendatangi Mapolsek Luhak Polres Payakumbuh untuk membuat laporan palsu guna mengelabui petugas. Saat memberikan laporan palsu tersebut, pelaku mengaku bahwa akun facebook istrinya yang digunakan untuk memposting ujaran kebencian tersebut, telah dihack orang lain.

“Lalu berfoto di Polsek Luhak dan memposting fotonya di Polsek Luhak dengan keterangan *“lagi d Polsek, mlaporkan bhwa fb istri saya dbajak,, dan saya slaku kluarga(suami) mhon kpada tman fb smua untuk mmaklumi atas kjdian yg mnimpa istri saya, krna itu bukan istri saya yang komentar, tp justru pihak yang tidak bertanggung jawab, trimakasih,” ungkapnya.

Saat dilakukan penyelidikan, ternyata tersangka berbohong. Alhasil, pelaku langsung ditangkap dan mengakui perbuatannya di hadapan petugas. “Tersangka kemudian ditangkap dan mengakui perbuatannya menggunakan akun Facebook istrinya memposting ujaran kebencian,” tutur Donny.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Atau Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) , UU ITE No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar. (KRO/RD/Okz)