Proyek Jembatan Sei Wampu Rp75 Miliar Dituding Mangkrak Dinilai Tak Ada Kepastian Hukum

288 views

RADARINDO.co.id-Langkat:

Proyek jembatan Sei Wampu di Stabat kembali bikin geger publik. Pasalnya, proyek yang sempat dikabarkan ditangani salah satu penyidik tersebut berakhir tanpa kepastian. Isu yang sempat beredar bahwa oknum mantan PPK berisial RP sempat mengundurkan diri dilanjutkan SS.

Warga Kabupaten Langkat diam diam mengaku prihatin atas kondisi proyek lebih kurang senilai Rp75 miliar diduga mangkrak diduga dijadikan ajang manfaat, dinilai tanpa ada kapastian hukum.

Namun demikian, pembangunan proyek di daerahnya tidak ingin dijadikan azas manfaat sekelompok jaringan mafia proyek. “Kami sudah lama mendengar ada indikasi jaringan mafia proyek di pembangunan jembatan Sei Wampu. Pantas polisi dan Jaksa sampai sekarang belum berani mengusut,” kata pria asal Langkat yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (08/05/2020) sore.


Sebelumnya, sumber juga mendesak bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut proyek jembatan mangkrak hampir Lima tahun tak selesai di Stabat senilai Rp75 miliar.

Realisasi proyek diduga tidak sesuai kajian yang disampaikan dalam perencanaan dan kontrak kerja. Bahkan kontrak kerja sempat diputus. Anehnya aparat penyidik masih kaku dan bungkam.

Awalnya kekecewaan warga disampaikan lewat oretan diatas kertas. Mereka menuding Aparat Keamananan diduga “Mandul” tak berani mengusut dugaan korupsi Balai Besar Jalan Nasional I di Medan. Warga Stabat yang kecewa terhadap proyek mangkrak bersumber APBN tersebut yang disampaikan ke media ini. Proyek pembangunan Jembatan Sei Wampu di Kabupaten Langkat senilai Rp75 miliar yang terbengkalai itu, jangan dijadikan azas maanfaat.

“Sudah hampir lima tahun jang proyek ini tak selesai. Antah apo maksudnya ni kamipun tak tahu,” ujar salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (04/05/2020).
Ia menambahkan, sudah beberapa bulan tidak ada aktivitas pembangunan lagi. Semua pekerja yang berasal dari luar daerah juga sudah lama meninggalkan lokasi proyek. Terus bagaimana tanggung jawabnya,” ujar sumber dengan tegas.

Salah seorang satpam proyek itu, yang tidak mau disebutkan namanya mengaku gaji mereka belum dibayar penuh. Kami bingung, apalagi disebut-sebut rekanan pelaksana proyeknya telah kabur,’’ katanya anggota scurity yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (4/5).

Sebelumnya warga telah menyampaikan info proyek diduga mangkrak di Stabat puluhan miliaran rupiah. Proyek tersebut sudah hampir lima tahun tapi tak selesai juga hingga kini. Ada apa?. Dimana disebutkan pembangunan jembatan dimakasud dimulai sejak tahun 2015 dengan anggaran Rp57 miliar oleh rekanan PT. KASN, sumber dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Namun proyek tidak selesai pada waktunya tahun 2018. Kemudian dilakukan penambahan anggaran senilai Rp18 miliar sejak tahun laluyang dikerjakan rekanan PT. NIM dan seharusnya pembangunan telah rampung Maret tahun ini.

“Kenyataannya hingga kini proyek itu masih terbengkalai dan belum rampung. Anggaran yang sangat besar tersebut hanya menghasilkan sekadar pondasi dan rangka jembatan sebagaimana kelihatan dalam gambar,” ujar warga.

Hingga berita ini dilansir, Kepala Balai Besar Jalan Nasional I, Satker dan PPK belum ada yang mau di konfirmasi. Bahkan saat kantor Balai Jalan Nasional di Medan dikunjungi RADARINDO.co.id Jumat (08/05/2020) tidak ada yang ditemui.

Sementara itu, Syaiful yang juga salah satu aktivis LSM di Medan mengaku pernah mendengar proyek jembatan yang terbengkalai.
(KOR/RD/WPD)