Punya 12 Istri dan 102 Anak, Pria Ini Tak Sanggup Lagi Tambah Keturunan Akibat Ekonomi

84

RADARINDO.co.id-Medan: Kisah seorang pria yang mempunyai 12 istri dengan 102 anak, mengaku sudah tak sanggup lagi menambah keturunan, sempat viral di media sosial.

Musa Hasahya yang memiliki 102 anak, 12 istri ternyata sudah punya 578 cucu. Pria asal Uganda dengan bernama lengkap Musa Hasahya Kasera (68) telah menjadi ayah dari 102 anak, yang semuanya lahir dari 12 istrinya, menjadi kakek dari 578 cucu.

Baca juga : Dipakai Bawa Wanita Bugil, Mobil Dinas Alami Kecelakaan

Sekarang, Musa merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menambah keturunan karena faktor ekonomi. Para istrinya juga menjalankan program KB (keluarga berencana) dengan menggunakan alat kontrasepsi untuk mengontrol kelahiran.

Bahkan, ia mengaku tidak hafal nama anak-anaknya karena terlalu banyak. Begitu juga dengan nama cucu-cucunya.

Tidak hanya itu, dari 12 istrinya pun juga tidak hafal secara sempurna. Memiliki keluarga yang begitu besar, Musa akhirnya mengatakan “cukup sudah”.

Dimana anak-anak yang kini berusia antara 10 hingga 50 tahun, sedangkan istri bungsunya berusia sekitar 35 tahun. Musa mengatakan awalnya itu adalah lelucon, tapi sekarang ada masalah.

“Dengan kesehatan saya yang menurun dan hanya dua hektare tanah untuk keluarga sebesar ini, dua istri saya pergi karena saya tidak mampu membeli kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, pakaian, paparnya, seperti dikutip dari The Mirror, Jumat (3/2/2023).

Musa kini juga menjadi objek wisata kecil, dengan orang-orang bepergian untuk menemuinya dan anggota keluarga besarnya. Banyak keluarga sekarang tinggal di rumah bobrok yang terbuat dari seng.

Baca juga : Bos Gudang Garam Dilaporkan Kasus Kredit Macet Rp 232 Miliar

Musa menikahi istri pertamanya pada tahun 1972 dalam sebuah upacara adat ketika mereka berdua berusia 17 tahun dan anak pertamanya Sandra Nabwire lahir setahun kemudian.

Sekadar diketahui, pernikahan anak dilarang di Uganda pada tahun 1995, sementara poligami diperbolehkan di negara Afrika Timur itu, menurut tradisi agama tertentu.

Musa mengatakan dia sekarang harus berkonsultasi dengan salah satu putranya, Shaban Magino, seorang guru sekolah dasar (SD) berusia 30 tahun yang membantu menjalankan urusan keluarga dan merupakan salah satu dari sedikit yang mengenyam pendidikan.(KRO/RD/TIM)