Rusaknya Mutiara Hati

118

RADARINDO.co.id-Medan: Segumpal daging, itulah hati, yang menempel dalam dada merupakan sentral yang dapat mengendalikan prilaku seseorang akibat kerja akal.

Jika rusak segumpal daging itu, maka rusak pula hati dan perlakunya sebaliknya. Serta sebaliknya, jika baik daging itu maka baik pula pola fikirnya.

Maka tidak keliruh kita selalu diingat untuk tetap menjaga hati. Agar hati tidak rusak, agar prilaku tidak merugikan diri sendiri terlebih lebih orang lain.

Hati, kembali kita diingatkan tentang hati dan hati hati. Janganlah menjadi pembenci kebenaran sekalipun hatimu tidak menyukainya. Karena kebenaran itu tetap benar meskipun kamu membencinya.

Janganlah menjadi pencinta kebhatilan sekalipun hatimu menyukainya, karena kebhatilan itu tetap bhatil meskipun kamu mencintainya.

Sebagai manusia biasa, kita diingatkan Gusti Allah menyuruh kita berlaku adil. Untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya, meski hal itu belum tentu sesuai dengan hati kita. Namun, itu lebih dekat kepada Taqwa.

Menjaga hati agar tetap sehat dan tidak rusak apalagi tercemar. Seseorang bisa menjadi pemarah, pembenci disebabkan tidak menjaga hati dan mengabadikan kebodohan seseorang akibat mengabaikan perintah Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa dan Besar diatas segalanya. (KRO/RD/Tim)