Rutin Minum Air Rebusan Kemiri Bisa Sembuhkan Penyakit Ini

68

RADARINDO.co.id : Kemiri merupakan salah satu bumbu dapur yang dapat menyedapkan masakan. Namun siapa sangka, jika kemiri juga dipercaya ampuh mengobati berbagai penyakit.

Baca juga : Minum Kopi Pagi Bisa Turunkan Risiko Diabetes

Ternyata, buah yang sangat mudah ditemukan ini kaya akan kandungan zat, sehingga baik untuk kesehatan. Melansir tribunmedan, didalam kemiri mengandung protein, lemak, serat, serta vitamin dan mineral seperti vitamin B, vitamin C, kalium, dan fosfor.

Untuk mendapatkan khasiat dari kemiri, kamu bisa memanfaatkannya dengan mengkonsumsi air rebusannya, atau mengoleskan ekstrak minyak dari kemiri. Berikut beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan rutin konsumsi air rebusan kemiri.

Sakit Gigi

Penyakit yang bisa dicegah atau diobati dengan kemiri yang pertama adalah sakit gigi. Untuk penyakit ini, yang dibutuhkan adalah getah dari kemiri. Oleskan pada gigi yang sakit, tunggu dan biarkan sampai 10 menit.

Baca juga : Minum Rebusan Daun Ini Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi

Sembelit

Buat kamu yang punya keluhan susah BAB karena sembelit, coba konsumsi kemiri, baik dengan cara dimasak, maupun meminum air rebusannya. Kamu bisa mengatasi sembelit dengan kemiri, berkat kandungan serat di dalamnya.

Diabetes

Kemiri juga bisa jadi penangkal penyakit berbahaya, salah satunya mengurangi risiko diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemiri mungkin membantu mengatur kadar gula darah.

Kolesterol dan Jantung

Manfaat kemiri yang tak kalah menakjubkan adalah mampu memelihara kesehatan jantung. Jadi kalau saat ini kamu sedang berjuang untuk sembuh dari penyakit jantung, coba untuk rutin minum air rebusan kemiri. Manfaat dari kemiri juga bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

Kanker

Penyakit yang bisa dicegah dengan kemiri berikutnya adalah kanker. Hal ini karena kemiri ternyata juga mengandung senyawa anti kanker. Korteks rempah ini mengandung tanin yang berperan sebagai imunostimulan dengan meningkatkan sekresi Tumor Necrosis Factor. (KRO/RD/TRB)