Sadis, Mama Muda Tega Aniaya Anak Kandung Hingga Tewas Lantaran Rewel

213

RADARINDO.co.id – Jakarta : Seorang ibu muda berinisial NK (20), tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga tewas. Bocah balita malang berinisial A (2) itu tewas mengenaskan di tangan ibu kandungnya sendiri di sebuah kontrakan yang mereka huni di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (23/1/2023).

Kapolsek Cakung, Kompol Syarifah Chaira Sukma mengungkapkan, korban A tewas diduga dianiaya oleh NK. Tersangka tega menganiaya darah dagingnya karena kesal korban kerap menangis atau rewel.

Baca juga : Usai Jalani Hukuman Kasus Suap, Mantan Walikota Dalangi Perampokan Rumdis Walikota Blitar


Puncaknya, sepekan sebelum korban tewas, NK menendang korban hingga korban jatuh dan mengalami luka berat pada bagian tangan dan dahi. “Ibunya kesal dan menendang korban hingga jatuh. Tangannya (korban) terpelintir dan kepala bagian kening terbentur,” ungkap Syarifah, dilansir dari tribunmedan, Jum’at (27/1/2023).

Dikatakannya, saat itu NK sempat berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke tukang urut. Korban lalu diberi ramuan herbal kencur dan diperban. Korban juga sempat dibawa ke puskesmas untuk dibersihkan lukanya. Namun, buruknya kondisi luka membuat korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Akhirnya, pada Senin, NK berniat membawa korban ke rumah sakit di wilayah Kecamatan Pulogadung. Naas, belum sempat mendapat pengobatan, korban kembali menangis kesakitan. Sadisnya lagi, NK justru mencekik korban dua kali sehingga balita itu meninggal.

“Si bayi rewel, kemudian ibunya emosi dan menendang anak tersebut. Besoknya, bayi rewel lagi. Karena selalu rewel, pelaku mencekik anaknya dua kali dan menyebabkan anaknya meninggal. Melihat korban sesak, cekikan dilepas dan didiamkan. Beberapa menit kemudian, NK melihat korban diam dan kaku. Ketika dipegang, tangannya sudah dingin,” ujar Syarifah.

Pada Senin malam, NK berangkat mengantarkan korban yang sudah meninggal ke rumah orangtuanya untuk dimakamkan di TPU Pulo Gebang. Namun, pada Selasa (24/1/2023) perbuatan keji NK terungkap.

Warga sekitar mendapati luka kekerasan pada sekujur jasad korban ketika balita malang itu dimandikan. “(Setelah) laporan dari masyarakat, kami datangi sehingga penguburan ditunda. Sudah kami bawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk diotopsi. Tanda kekerasan pada sekujur tubuh,” tutur Syarifah.

Baca juga : PKBM Bekerjasama dengan Rutan Sanggau, Ratusan Warga Binaan Terima Ijazah Paket A, B dan C

Polres Metro Jakarta Timur selanjutnya menetapkan NK sebagai tersangka kasus pembunuhan anaknya.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, NK yang kini sudah ditahan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyidikan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Dikenakan Pasal 76C jo 80 Ayat 3 ayat 4 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” kata Budi. (KRO/RD/TRB)