SAT Narkoba Polres Samosir Tangkap Pengedar SS

163

RADARINDO.co.id – Samosir : Untuk kesekian kalinya Sat Resnarkoba Polres Samosir melakukan penangkapan terhadap Pengedar narkoba. Kali berhasil menangkap terhadap seseorang pria , yang diduga bandar narkotika jenis sabu-sabu (SS), Senin (07/02/2022).

Dari keterangan kasat narkoba tes Samosir AKP. Natar Sbarani, melalui konfirmasi langsung mengatakan bahwa identitas MS alias Pak Masni.

Baca Juga : P.T Capela Multi Dana Medan Dilapor Ke Poldasu Terkait Dugaan Perampasan Mobil

Pelaku yang diduga pengedar tersebut ditangkap dikediamannya, di kelurahan rumahhombar kecamatan nainggolan Kabupaten Samosir, dengan usia lebih kurang 40 tahun.

Penangkapan tersebut telah terbit Laporan Polisi nomor : LP/ A-51/II/ 2022 / SMR tanggal 7 Februari 2022.
Dari tangan pelaku ditemukan dengan barang bukti 8 (delapan) paket pelastik transfaran kecil.

Di duga berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,20 ( satu koma nol dua) gram, 4 ( empat) plastik transfaran kecil kosong, 4 ( empat) plastik transfaran sedang kosong, 1( satu) buah timbangan elektrik, 1 (satu) buah tas dompet berwarna merah muda.

Sekira pukul 11.15 wib Tim Sat Resnarkoba Polres Samosir mendapatkan informasi dari masyarakat yang layak percaya bahwasanya di dalam sebua rumah di Kel. rumahhombar kecamatan Nainggolan ada seorang laki-laki dewasa sedang memaketi di duga narkotika jenis sabu plastik-plastik transfaran kecil.

Setelah mendapatkan informasi tersebut Tim Sat Resnarkoba Polres Samosir langsung menuju tempat yang di maksud untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian disekitar rumah yang dicurigai tersebut, lalu sekira pukul 12.00 wib.

Baca Juga : Dua Oknum Dokter Terlibat Bisnis Vaksin Akhirnya Divonis Penjara

Ternyata benar, dengan sigap dan terukur Tim Sat Resnarkoba Polres Samosir langsung melakukan langsung penggerebekan dan mengamankan MSS ala PAK MASNI dan mendapatkan barang bukti, lalu memboyong tersangka ke Mako Polres Samosir.

Kasat Res Narkoba mengatakan pelaku melanggar pasal 112 Jo pasal 114 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

(KRO/RD/ P.Simbolon)