Sekda Riau Didemo Lagi, Kejati Periksa Mantan Ketua DPRD Siak

74

RADARINDO.co.id – Pekanbaru:
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana Indra Jaya Rasyid kembali jadi sasaran mahasiswa di Kejaksaan Tinggi Riau dugaan korupsi. Kali ini datang dari Kabinet Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau. Koordinator lapangan, Robi, menyebut Yan Prana sudah dua kali tindakan Kejati Riau dugaan korupsi bantuan sosial di Kabupaten Siak. Pemeriksaan terkait jabatannya sebagai Kepala Bappeda dan Kepala BKD di negeri Istana itu.

Namun sejak pemeriksaan itu, belum ada titik terang apakah kasus itu berhenti atau lanjut. Demonstran mempertanyakan keseriusan Kejati Riau mengusut dugaan korupsi bantuan sosial di Siak agar tidak begitu saja. “Jangan lupakan kasus ini karena banyak seperti itu, pemeriksaan kemudian hilang,” kata Robi di gerbang Kejati Riau, Senin (24/8/2020).

Demonstran juga menyerempet ke Gubernur Riau Syamsuar yang pernah menjadi Bupati Siak. Ini terkait dugaan bagi-bagi jabatan dan monopoli pejabat di Riau terhadap pengadaan barang dan jasa. Robi bakal mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika tidak ada kejelasan kedepannya, Robi selalu membawa massa lebih banyak ke Kejati Riau.

Sementara itu, perwakilan Kejati Riau, Rigo, menyebut Kejati Riau masih mengumpulkan bukti sehingga belum bisa disuruh siapa pihak bertanggungjawab. Rigo kasus kasus ini masih berjalan di Kejati Riau . Diapun bakal datang menyampaikan pesan mahasiswa kepada atasannya.

“Terimakasih atas dukungan teman-teman mahasiswa kepada Kejati Riau,” kata Rigo sembari meminta mahasiswa membubarkan diri secara tertib. Terkait dugaan korupsi ini, Kejati Riau pada 24 Agustus 2020 memeriksa mantan Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan. Pemeriksaan Ketua Golkar Siak itu terkait penyaluran dana hibah dan bantuan sosial serta anggaran rutin di Siak.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Hilman Azazi menyebut pemeriksaan Indra Gunawan terkait kapasitasnya sebagai Ketua Karang Taruna Siak. “Iya, hari ini yang memperhatikan kami undang untuk diklarifikasi,” kata Hilman.Selain Indra Gunawan, Hilman menyebut ada sejumlah pejabat di Kota Siak dimintai keterangan. Hanya saja Hilman tak tahu siapa saja nama orang yang tepat anggotanya.

Silahkan cek di Bagian TU, sebut Hilman. Beberapa waktu lalu Kepala Kejati Riau Mia Amiati menyatakan ada yang melaporkan dugaan korupsi di Kabupaten Siak. Beberapa di laporan laporan langsung ke Kejaksaan Agung dan ada pula ke Kejati Riau.

Yan Prana sendiri pertama kali membayar pada 6 Juli 2020, berikutnya pada 7 Juli 2020. Pemeriksaan ini menjadi perhatian penggiat anti korupsi dan mahasiswa di Riau, termasuk massa Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) pada 20 Juli 2020. Selanjutnya dugaan penyimpangan Dinas Cipta Karya sebesar Rp1,07 miliar dan di Sekretariat Daerah Kabupaten Siak sebesar Rp40,6 miliar. (KRO/RD/anlsa)