Setelah Jadi Ketua KOPSA-M, Karyawan BUMN PTPN V Kebun Sei Pagar Ini Jarang Masuk Kantor

621 views

RADARI DO.co.id – Kampar : Salah seorang karyawan BUMN PTPN V Sei Pagar berinisial NU terpilih menjadi Ketua Koperasi KOPSA-M Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Namun, setelah menjabat sebagai Ketua KOPSA-M, NU diduga jarang masuk kantor.

Guna kejelasan informasi tersebut, beberapa narasumber baik itu karyawan BUMN PTPN V Kebun Sei Pagar maupun anggota koperasi KOPSA-M yang tidak mau disebutkan namanya, meminta menemui Asisten Umum (Asum) PTPN V Sei Pagar.

Baca juga : Eksekusi Lahan Kementerian Kominfo di Tanjung Mulia Hilir Diwarnai Isak Tangis

Saat ditemui diruang kerjanya, Asisten Umum (Asum) PTPN V Sei Pagar, Edi Priyanto, mengakui bahwa NU merupakan karyawan PTPN V Kebun Sei Pagar, dan saat ini diperbantukan KKPA Pangkalan baru (KOPSA-M) yang berinduk di Plasma KKPA Sungai Galuh.


“Jadi dia disana cuma hanya diperbantukan. Informasi NU jadi Ketua KOPSA-M PTPN V Kebun Sei Pagar, saya tidak tahu menahu kejelasannya,” ucap Edi, Senin (21/11/2022) kepada awak media ini.

Menurut Edi, jika nantinya ada masalah perselisihan KKPA  KOPSA-M bisa diselesaikan, maka NU akan ditarik kembali menjadi karyawan tetap di PTPN V Sei Pagar.

“Kan dia itu hanya diperbantukan, saat ini informasinya NU itu masih menjabat Ketua KOPSA-M. Itukan kata rekan awak media, sementara saya sendiri saja baru tahu, bahwa NU itu menjadi Ketua KOPSA-M,” terangnya.

Edi Priyanto menyarakan agar mempertanyakan hal tersebut kepada pimpinan KKPA Plasma dan pimpinan PTPN V Pusat di Jalan Rambutan untuk lebih jelasnya, atau mempertanyakan langsung kepada pengurus KKPA KOPSA- M jika ada indikasi NU mendapat gaji sebagai Ketua KOPSA- M.

“Silahkan saja diungkap. Berarti dia mendapat gaji rangkap, padahal dia sudah digaji sebagai karyawan di PTPN V Kebun Sei Pagar. Silahkan para rekan-rekan awak media mempertanyakan kepada yang bersangkutan,” kata Edi.

Disinyalir, polemik yang ada di kepengurusan KOPSA-M Desa Pangkalan, masih menyimpan pro dan kontra antara anggota Koperasi KOPSA-M terkait adanya dugaan menyimpan “harta karun” yang harus diturunkan kepada ahli waris.

Tim awak media masih menelusuri terkait pembagian kompensasi sebanyak 825 anggota kepada para petani, apakah tersalurkan sesuai data anggota yang terdaftar atau ada rekayasa lain yang menguntungkan pengurus KOPSA-M.

Sementara, NU saat dikonfirmasi membantah pernyataan Asisten Umum PTPN V Sei Pagar, Edi Priyanto.

Baca juga : Buah Ini Ampuh Obati Gagal Ginjal, Hipertensi dan Kolesterol

“Itu tidak benar apa yang dikatakan Pak Edi. Tidak seharusnya Pak Edi itu memberikan info seperti itu. Seharusnya dia tahu apa kegiatan anggotanya dilain tempat. Bagaimana bisa seorang pimpinan tidak tahu akan anggotanya,” ucap NU saat ditemui di salah satu cafe di Pekanbaru.

Menurut NU, ternyata untuk menjadi pimpinan, gelar Sarjana Hukum tidak menjamin bisa melakukan relationship yang baik sesama mitra kerja. “Seharusnya info yang disampaikan jangan sampai menjadi polemik diantara karyawan dan perusahaan. Apalagi saat ini saya terus memperjuangkan hak-hak masyarakat untuk mensejaterahkan penghasilan para anggota KOPSA-M,” ucap NU. (KRO/RD/SM/TIM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini