SMPN 2 Siak Hulu Kampar Belum Bisa Laksanakan PTM

272

RADARINDO.co.id-Kampar : Hasil pantauan dan kunjungan Awak Media dihari keempat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ke beberapa Sekolah Sekolah, masih ada sekolah yang belum bisa melaksanakan PTM. Ini disebabkan beberapa Orang Tua siswa yang belum mengizinkan anak anaknya untuk mengikuti PTM.

SMPN 2 Siak Hulu Kabupaten Kampar, saat dikunjungi Awak Media. Kamis (07/01/2021) sekitar pukul 09.00 Wib. Terlihat beberapa Siswa dan para Orang Tua siswa yang datang kesekolah. Kesempatan untuk mewawancarai seorang Siswa bernama Reno Siswa kelas 8. “Kenapa tidak ikut Pembelajaran Tatap Muka ? “Kami datang bersama orang Tua Pak, mau membuat surat Pernyataan untuk ikut PTM Minggu depan,”ucap Reno.

Sementara beberapa orang Tua siswa, sedang membuat surat pernyataan persetujuan agar anak anak bisa ikut PTM. Salah Seorang Ibu wali siswa yang tidak mau disebutkan namanya, ketika ditanya Awak Media kenapa baru sekarang membuat surat Pernyataan.” Kami beberapa orang Tua disini setuju saja agar anak kami bisa ikut PTM.” Jawabnya.

Kepsek SMPN 2 Siak Hulu H. Azmi S.Ag langsung menyambut kedatangan Awak Media. Saat diwawancarai mengenai belum terlaksananya PTM Di SMPN 2 Siak Hulu. Kepsek H. Azmi S.Ag mengatakan, kami memang belum melaksanakan PTM, disebabkan banyak orang Tua siswa yang belum membuat Surat pernyatan untuk mengizinkan anaknya ikut pelaksanaan PTM, sementara untuk perlengkapan peralatan Protokol Kesehatan (Prokes) sudah kami persiapkan sebelumnya,”ucap Azmi.

Sesuai SKB 4 Menteri dan Intruksi Disdikpora Kampar. Pelaksanaan PTM tidak dipaksakan, apabila orang Tua siswa belum mengizinkan anaknya ikut PTM, diperbolehkan belajar melalui Daring. Mudah mudahan minggu depan kami sudah bisa melaksanakan PTM disekolah.

Dan pada kesempatan ini kami selaku Kepsek SMPN 2 Siak Hulu, menghimbau dan mengajak kerjasamanya kepada Orang Tua/wali siswa agar mengupayakan anak anaknya bisa diantar jeput, hal ini memastikan anak sampai disekolah dan menganjurkan agar tidak memberikan kendaraan Sepeda motor sendiri kesekolah. Hal ini menjaga keselamatan para siswa agar tidak terjadi ugal ugalan dijalanan. Sebenarnya anak sekolah setingkat SMP belum diizinkan mengendarai Sepeda Motor. Ungkap Azmi. (KRO/RD/SM)