SMPN 2 Siak Hulu Kampar Dambakan Kondisi Bangunan dan Fasilitas Yang Layak

250

RADARINDO.co.id-Kampar : Bagaimana jikalau seterusnya sekolah sekolah tidak diperhatikan pihak Pemerintah Daerah dalam peningkatan bangunan sekolah dan Memberikan Fasilitas yang layak. Seperti hasil peninjaua Awak Media banyak saat ini sekolah sekolah kondisi bangunannya sekarang sudah dimakan usia dan rusak, bahkan ada bangunan yang sudah dibangun bertahun tahun tapi diterbengkalaikan. Apakah pihak pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan kegiatan pembangunan dikarenakan Pandemi Covid19.

Sasaran Social Control Awak Media Kunjungi SMPN 2 Siak Hulu Kabupaten Kampar, Rabu (03/02/2021) diterima lansung Kepsek H. Azmi.T S.Ag. Sebelum dilakukan Wawancara, Kepsek mengajak Awak Media mengontrol Kondisi bangunan sekolah. Faktanya beberapa bangunan sekolah yang sudah terbengkalai, dan beberapa bangunan ruang kelas belajar banyak yang sudah rusak yang seharusnya direnovasi ataupun dibangun dengan bangunan yang layak.

Usai melakukan control kondisi bangunan, Kepsek H. Azmi. T. S.Ag saat diwawancarai Awak Media diruang kerjanya mengatakan, kondisi bangunan sepertinya sudah lama tidak direnovasi, dan beberapa ruang kelas atap sengnya banyak yang bocor dan terpaksa ditambal dan diganti dengan seng yang baru. Sementara joglo (Lesehan) tempat kelompok belajar, ataupun tempat istirahat para siswa sudah tidak pernah dipakai, karena atap serta tiang tiang kayu sudah lapuk. Ungkap Azmi

Sementara MCK (Toilet) hanya ada 5 ruang, dan dipakai untuk semua siswa dan para Guru semua menjadi satu. Dan yang sangat mengkuatirkan, bangunan Pagar sekolah sebelah kiri belum terselesaikan. Akibatnya Aru baru ini Infentaris mesin Pompa air hilang dan hal ini sudah dilaporkan kepihak kepolisian. Ucap Azmi

Belum lama ini Awak Media RADARINDO.co.id pernah langsung Konfirmasi kepada Bupati Kampar saat Penyerahan 2 unit mobil Ambulance di Desa Hang Tuah, Awak Media mempertanyakan mengenai keprihatinan kondisi sekolah yang ada dikabupaten Kampar. Hingga ada sekolah yang memamfaatkan Musollah menjadi Ruang Kelas Belajar. Beliau mengatakan hendaknya para kepala sekolah itu membuat Proposal untuk kebutuhan atau keperluan sekolah. Apapun bentuk kepentingan sekolah sesuai prosedur, dengan membuat Proposal bisa diajukan kepihak Kedinasan ataupun ke Pemda. Ucap Bupati. (KRO/RD/SM)