Sopir Travel Dibunuh Tahun 2018 di Langkat Terungkap, Pelakunya Sekeluarga

380 views

RADARINDO.co.id – Stabat : Geger, penemuan kerangka manusia gemparkan warga Dusun Parit Rimo, Desa Jati Sari, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (19/5/2022) malam.

Kerangka manusia tersebut ternyata korban pembunuhan sadis yang melibatkan satu keluarga. Korban adalah merupakan sopir mobil travel jenis Toyota Innova Reborn yang dibunuh pada tahun 2018 lalu.

Baca Juga : Larangan Ekspor Migor dan CPO Dicabut, Begini Ucapan Petani Kelapa Sawit Indonesia

Korban dibunuh oleh para pelaku yang merupakan satu keluarga dengan cara cukup sadis. Setelah lehernya dijerat tali nilon, pelaku juga menusuk korban hingga tewas.


Untuk menghilangkan jejak, pelaku membakar jasad korban dan kemudian dikebumikan. Sejauh ini belum diketahui siapa identitas sopir mobil travel tersebut, dan masih dalam penyelidikan polisi.

Penemuan kerangka manusia ini, kali pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar. Menemukan tulang itu, warga tersebut langsung melaporkan kejadian ini Polsek Padang Tualang.

Setelah melaporkan kejadian ini, warga menangkap Marwan Syahputra yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap korban.

Sebab, tulang tersebut didapatkan dari rumahnya. Bersama dengan istri dan orangtuanya, Marwan Syahputra dibawa ke Polsek untuk dilakukannya interogasi terkait dengan penemuan tulang ini.

Marwan membenarkan bahwa telah membunuh seorang supir travel pada tahun 2018 lalu. Marwan mengaku menghabisi korban dibantu anggota keluarganya. Hal ini sesuai dilansir dari harian Analisa.

Marwan menceritakan kronologi dia menghabisi korban demi menguasai mobil Toyota Innova Reborn milik korban.

Di mana saat itu, telah merencanakan untuk membunuh supir travel, guna membawa kabur mobil Toyota Innova Reborn tersebut.

Sesudah keluarga dijemput oleh supir travel, Marwan bersama dengan keluarga langsung berangkat.

Saat melintasi Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, niat pelaku sudah mulai kelihatan. Di mana, ibu pelaku Leginah (almarhum) berpura-pura sakit perut dan seakan mau muntah.

Kemudian, istrinya Ariyanti dan Leginah turun dari mobil untuk muntah. Saat itu, Marwan melakukan aksinya dengan menjerat leher korban dengan menggunakan tali nilon.

Ayah pelaku juga ikut menusuk korban dengan menggunakan pisau, sehingga supir tersebut meninggal dunia.

“Benar, saat telah ditemukannya adanya tulang dari tempat tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Louis, melalui sambungan telepon seluler, Jumat (20/5/2022).

Dari keterangan pelaku, tubuh korban diletakkan pada bagian belakang mobil dengan dibungkus oleh terpal plastik.

Sebelum kembali, para pelaku sudah berniat untuk kabur melarikan diri ke Mojokerto, Jawa Tengah. Akan tetapi, mereka membawa jasad korban ke Kecamatan Padang Tualang, untuk dibakar dan kemudian dikebumikan.

Baca Juga : Peluncuran Semen Merah Putih Terobosan Memberi Solusi Untuk Bangunan

“Setelah lobang selesai digali, lalu Marwan menyusun potongan kayu rambung di dalam lubang dan disiram dengan minyak solar sekaligus membakarnya,” jelasnya.

Louis mengatakan, ayahnya Wagimin dan Marwan mengangkat mayat korban dan membuangnya ke kobaran api.
“Sekitar pukul 05.30 WIB, setelah dipastikan mayat korban sudah hangus terbakar dan api mulai padam, para pelaku menutup bekas bakaran mayat tersebut dengan tanah dan sampah tumbuhan,” ungkapnya.

Sesudah itu, para pelaku mengurungkan niatnya akan pergi ke Jawa Tengah.
Mereka malah pergi ke rumah abang ipar, di Jalan Makmur, Gang Dahlia, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kini, tulang kerangka manusia tersebut masih dalam pemeriksaan di rumah sakit Bhayangkara Kota Medan.

Sejumlah masyarakat Kabupaten Langkat, mendukung Kepolisian mengungkap kasus sadir tersebut. Agar pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.

(KRO/RD/ANS)