LAGI-LAGI, urusan ukuran alat vital dan “kebringasan” seorang suami diatas ranjang, menjadi salah satu penyebab keutuhan dan ambyarnya dalam hubungan rumahtangga.
Seperti mahligai rumahtangga yang dibina pasangan suami istri sebut saja namanya Joni (bukan nama sebenarnya) dan Jini (juga bukan nama sebenarnya).
Baca juga: “Sawah Dibajak” Rekan Sekantor, Rumahtangga Berujung Horor
Lantaran “tombak sakti” milik Joni tak sesuai yang diharapkan, Jini memilih mencari kepuasan bathin diluar rumah. Ya, apalagi kalau bukan selingkuh.
Bagi Jini, wajah seorang pria yang ganteng tak akan membuatnya bahagia, jika tidak mampu mengimbangi “permainan” diatas ranjang. Memang, wajah Joni terbilang cukup menawan, dan pastinya bakal menarik perhatian para kaum hawa. Namun untuk ukuran “tombak”, belum bisa disebut sakti.
Jini yang sudah sah menjadi pendamping Joni, ternyata mengaku menderita bathin. Sebab, pria 30 tahun itu bukan sosok jantan yang perkasa dalam urusan ranjang. Wanita 27 tahun itu menilai kalau “senjata pamungkas” milik Joni tak sesuai dengan penampilannya.
Jini memang tak menampik soal fisik Joni yang berperawakan tinggi besar ibarat seorang model. Namun, hal itu tidak membuat Jini mempertahankan Joni agar tetap dipelukannya.
Pasalnya, Jini menganggap penampilan fisik Joni bukan jaminan keperkasaan diatas ranjang. Menurut Jini, ukuran organ vital milik Joni tak begitu panjang sebagaimana yang diharapkan.
Hal itu lah yang membuat Jini terpaksa harus balik lagi kepelukan mantannya sebut saja namanya Jono (bukan nama sebenarnya). Wanita karier di perusahaan ekspor impor itu mengaku kalau mantannya merupakan “lawan main” yang tepat diatas ranjang.
Secara gamblang, Jini mengungkap keperkasaan Jono diatas ranjang. Apalagi, ukuran “tombak sakti” sang mantan memang sangat diidam-idamkannya.
Baca juga: Suami Malas Ekonomi Kandas, Istri Berlabuh ke Pelukan Pria Baru
Meski banyaknya gunjingan tentang kehidupan rumahtangganya, namun Jini menganggap hal itu angin lalu, dan tetap memilih cerai demi membela “lawan tanding” yang dapat memuaskan birahinya.
Demi menjajal “tombak sakti” dan lawan tanding yang imbang diatas ranjang, Jini memutuskan menggugat cerai Jono ke Pengadilan Agama. (KRO/RD/R Win)







