Swedia Bakal Gelar Kompetisi Seks, Begini Cara Penilaiannya

221

RADARINDO.co.id : Secara resmi, Swedia mendeklarasikan seks sebagai olahraga dan tengah menyelesaikan pengaturan untuk menggelar kompetisi seks. Tentu saja, kabar tersebut menjadi viral di dunia maya dan sejumlah outlet berita.

Melansir jawapos.com, para kontestan dalam kompetisi tersebut bakal melakukan hubungan seksual setiap hari hingga enam jam. Menurut media lokal Swedia, panel juri akan memilih pemenang dan penonton juga akan berbagi pendapat serta analisis atas pilihan tersebut.

Baca juga : Misteri Danau Laut Tador Tinggal Cerita


Kejuaraan Seks di Eropa yang dijadwalkan pada 8 Juni ini berlangsung selama enam minggu, karena para peserta akan melakukan aktivitas seksual setiap hari selama 45 menit hingga satu jam tergantung pada lamanya pertarungan mereka.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa kompetisi memiliki tiga level, dan untuk maju ke level berikutnya, kontestan harus mendapatkan jumlah poin minimum tertentu di masing-masing level. Para peserta memiliki kesempatan untuk mendapatkan antara 5 dan 10 poin di setiap level, berdasarkan gabungan penilaian publik dan panel yang terdiri dari lima juri.

Menurut laporan tersebut, penonton bakal melihat langsung kompetisi seks dan akan mencatat berbagai aktivitas seksual. Chemistry pasangan, pemahaman mereka tentang seks, tingkat ketahanan mereka, dan kegiatan seksual penting lainnya semuanya akan dipertimbangkan saat memutuskan siapa yang muncul sebagai pemenang.

Ketua Federasi Seks Swedia, Dragan Bratych, berharap suatu saat seks akan dianggap sebagai olahraga secara global. Ia menggarisbawahi nilai pendidikan dan kemungkinan bahwa melakukan aktivitas seksual dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental seseorang.

Menurutnya, persaingan pasti akan mulai berkembang di bidang ini juga. Dia menekankan aspek unik dari olahraga ini, dimana tujuannya adalah untuk membuat pesaing tetap senang.

Baca juga : Ini Manfaat Alpukat Bagi Kesehatan

Kemampuan peserta untuk memuaskan pasangannya menentukan keberhasilan mereka dalam permainan ini. Berbeda dengan olahraga tradisional, yang sering kalah berujung kekecewaan.

Hanya saja, pihak berwenang Swedia belum memberikan respons kemunculan berita soal adanya kompetisi seks tersebut. Terbaru, berita terkait akan adanya kompetisi seks ternyata tidak benar. Menurut outlet berita Swedia Goterborgs-Posten, proposal untuk kegiatan tersebut ditolak pada April 2023. Outlet Swedia menyebut memang ada Federasi Seks di Swedia dan ketuanya Dragan Bratych. Mereka menyerukan kejuaraan diselenggarakan, menyoroti dampak kesehatan fisik dan mental dari seks pada manusia. Namun, permohonan federasi untuk menjadi anggota Konfederasi Olahraga Nasional ditolak. (KRO/RD/JP)