Tahun Ajaran Baru, Disdik Sumut Terapkan Sekolah 5 Hari

RADARINDO.co.id – Medan : Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan berlakukan sekolah 5 hari pada tahun ajaran baru 2025 mendatang.

Keputusan ini sesuai arahan Gubernur Sumatera Utara dengan tujuan para peserta didik memiliki waktu bersama orangtua atau keluarga.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana BOS dan Uang SPP SMAN 2 Bandar Mencuat

“Ini nanti akan langsung kita terapkan sekolah 5 harinya di tahun ajaran baru. Berarti tahun ajaran 2025/2026,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si, Senin (02/5/2025).

Sekolah 5 hari yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2025/2026 untuk Tingkat SLTA, yakni hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jum’at. Untuk proses belajar dan mengajar di hari Sabtu akan diliburkan. Tentunya, Dinas Pendidikan Sumatera Utara akan menambah jam belajar.

“Jadi sistem belajar 5 hari ini, tentunya hari Sabtu itu nanti kosong. Jadi hanya menambah jam belajarnya, yang tadinya jam belajar di SMA Negeri dan SMK dari hari Senin sampai Sabtu. Jadi hari Sabtu ini memang kosong, artinya di hari-hari Senin sampai Jum’at akan ada penambahan jam sekolah, artinya pulang sekolah itu pasti lebih lama dari yang biasanya,” jelas Alex.

Alex menegaskan, program sekolah 5 hari ini akan dikaji dan dirancang dalam bentuk Peraturan Gubernur. Hal ini dikaji supaya tahun ajaran baru sudah bisa dilaksanakan program tersebut. Dengan adanya Peraturan Gubernur, program sekolah 5 hari lebih kuat dan dapat diterapkan di Sekolah Negeri dan Swasta.

“Ini sedang kita susun kajian teknisnya, supaya di tahun ajaran baru ini sudah bisa dilaksanakan. Jadi, nanti juga ini akan dituangkan dalam bentuk Pergub, sebagai sekolah 5 hari ini. Jadi tidak hanya SMA atau SMK Negeri, begitu juga dengan swasta. Nah, jadi ini harus ikut kebijakan kita ini, sekolah 5 hari ini,” tegasnya.

Disamping memiliki waktu luang bersama keluarga, sekolah 5 hari ini dinilai mampu menekan angka kriminalitas remaja. Keluarga atau orangtua memiliki waktu untuk mengenal karakter anak remajanya.

Baca juga: PalmCo Salurkan Beasiswa Rp1,9 Miliar ke Mahasiswa Kurang Mampu

“Pengawasan keluarga juga penting bagi tumbuh kembang anak, pola asuh anak, tidak hanya melibatkan pihak sekolah, tapi juga pihak keluarga. Kontrol dari keluarga, misalnya, membangun kedekatan emosional antara orangtua dengan berbagai kegiatan seperti jalan-jalan, diajak dialog, dan olahraga bersama,” ucapnya. (KRO/RD)