Tak Mau Terlibat Jual Beli Pupuk Bantuan, Sekretaris dan Bendahara Poktan Mundur

134

RADARINDO.co.id – Batu Bara : Tak ingin terlibat dengan hukum terkait jual beli pupuk dan bibit padi bantuan sekretaris dan bendahara kelompok tani (poktan) di Desa Pematang Kuing, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara memilih untuk mengundurkan diri dari pengurus.

Baca juga : Maya Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Batu Bara

“Sebelum dipanggil aparat hukum karena terlibat jual beli pupuk dan bibit padi itu, lebih baik kami mundur dari kepengurusan kelompok,” ungkap keduanya kepada wartawan di Pematang Kuing, Selasa (08/8/2023) lalu.


Pasalnya, isu adanya dugaan jual beli bantuan pupuk dan bibit padi di Desa Pematang Kuing kian meluas, sehingga Sekretaris dan Bendahara Kelompok Tani Indah itu sepakat mengundurkan diri dari kepengurusan.

“Daripada kami dipanggil oleh Aparat Penegak Hukum, lebih baik mundur aja. Apalagi kami tidak tau sama sekali tentang uang hasil penjualan bantuan pupuk dan bibit itu,” terang mereka.

Mereka mengaku tidak ada memegang atau mengetahui tentang data dan administrasi kelompok. “Selain itu, kami pun tidak tahu apa fungsi kami. Seharusnya sebagai Sekretaris tentunya terkait administrasi ataupun data tentang kelompok, dan kalau Bendahara terkait uang masuk dan keluar. Itu tidak pernah kami ketahui sama sekali,” jelas keduanya.

Baca juga : Pelatih Sepakbola Aspire Academy Qatar Hadiri Turnamen Amin Bani Cup 1 di Singkil

Sementara, salah seorang anggota Pokta berinisial J menyebut, jika Sekretaris dan Bendahara tidak mengetahui tentang jenis dan jumlah bantuan yang diterima, sebaiknya mundur dari kepengurusan kelompok.

“Jika begini bentuknya, bantuan apapun gak tahu, administrasi gak tahu, ya ! jadi pelengkap penderita sajalah. Ini seperti pepatah, orang makan nangkanya, orang ini kena getahnya,” sebut J.

J berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) di Batu Bara secepatnya dapat mengungkap kasus ini, agar kedepannya tidak terjadi lagi penggelapan bantuan bagi petani. Isu yang beredar, Kepala Dinas sudah pernah memanggil Ketua Kelompok Tani Indah untuk diklarifikasi. Sayangnya, Ketua Kelompok Tani Indah saat dikonfirmasi via HP belum memberikan jawaban. (KRO/RD/Tim)