Tekanan Dan Teror Terhadap Ulama Tidak Perlu Ditakuti

77

RADARINDO.co.id-Psp:
Tekanan dan teror terhadap ulama tidak perlu ditakuti, kata Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) P. Sidimpuan, Ustadz Zulpan Efendi Hasibuan, MA. Ketua MUI P. Sidimpuan Ustadz Zulpan Efendi Hasibuan, MA menyampaikannya pada acara pembukaan Workshop Pemgelolaan Perpustakaan Masjid di Aula Kantor MUI, Jl. HT. Rizal Nurdin, Palampat, P. Sidimpuan, Rabu (23/9).

Dijelaskan, tekanan dan teror yang dihadapi ulama dalan menjalankan amar makruf nahi munkar, seperti yang dialami Syekh Ali Zaber, menjadi peringatan bagi umat untuk merapatkan barisan demi kemaslahatan umat. “Nabi juga dalam perjuangannya sering diteror. Bukan hanya teror mental tapi termasuk teror fisik. Jadi teror terhadap ulama tidak perlu di takuti , tapi diwaspadai. Jadi sebagai anggota majelis ulama jangan terkejut kalau diteror”, ungkap Ketua MUI.

Ustadz Zulpan mengungkapkan, MUI yang berdiri sejak 1975 belum pernah ada gerakan gerakan yang ingin membubarkan MUI, namun belakangan ini mulai disuarakan dengan berbagai alasan. Menurutnya, majelis ulama itu tenda besar bagi umat dan lembaga yang independen sehingga tidak bisa dipesan atau diarahkan untuk keinginan pihak tertentu, tuturnya.

Sebagai salah satu bukti MUI bersikap independen dan menjaga NKRI, paparnya dengan menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) beberapa waktu lalu. Terkait dengan adanya upaya memberikan sertifikasi terhadap dai, menurutnya merupakan salah satu upaya untuk menekan para dai dalam memberikan pencerahan dan pencerdasan terhadap umat. (KRO/RD/Waspada)