Telan Anggaran Nyaris Rp 3 Miliar, Proyek Pusat Jajanan Sakasanwira Marelan Mubazir

60

RADARINDO.co.id – Marelan : Proyek pembangunan pusat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Sakasanwira Marelan menelan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar lebih. Namun ironis, proyek yang dikerjakan Tahun Anggaran 2023 itu, mubazir.

Baca juga : PalmCo Regional 1 Upgrade Kompetensi Agent of Communication

Pasalnya, proyek pusat jajanan yang berada di Jalan Kapten Rahmad Buddin Lingkungan 15 Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan itu, kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan dan tidak digunakan.

Amatan RADARINDO.co.id, Kamis (23/5/2024) siang, tampak bangunan Pusat UMKM Sakasanwira Marelan yang selesai dibangun sekitar Desember 2023 lalu itu, sudah banyak stand yang rusak dan tembok pagar tumbang serta beberapa materialnya seperti, pintu gerbang, besi dan lainnya, raib.

Bahkan menurut salah seorang warga sekitar, mesin (pompa) air nya juga telah hilang. “Sudah banyak yang berhilangan. Mesin air tadinya saya lihat ada tapi sekarang sudah tak ada lagi. Kemudian lampu tembak berwarna-warni ada sekitar 20 buah juga sudah hilang,” ujar pria yang ada di sekitar proyek pusat jajanan Sakasanwira tanpa mau menyebut nama.

Menurutnya, raibnya alat-alat material bangunan pusat jajanan itu karena tidak adanya penjagaan oleh pihak dinas terkait.

“Saya dengar lokasi ini tadinya akan diserahkan ke koperasi untuk mengelolanya. Lalu akan diresmikan oleh Walikota Medan Bobby Nasution. Tapi entah kenapa sampai sekarang tak jadi. Sampai barang-barangnya berhilangan,” ujarnya.

Baca juga : AMPHIBI Apresiasi GAKKUM KLHK Respon Permasalahan Sampah Liar di Bekasi

Dari informasi yang beredar, lokasi tempat dibangunnya proyek pusat jajanan itu adalah merupakan bekas sebuah gudang penyimpanan mobil tangki minyak berukuran sekitar 40×40 meter. Namun, oleh Pemko Medan dalam hal ini Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan, “disulap” jadi lokasi proyek pembangunan pusat jajanan.

Dikatakan sumber bahwa pihak Dinas terkait mengalokasikan anggaran dari APBD Kota Medan TA 2023 sebesar Rp 2.863.158.000 untuk membiayai proyek itu. Adapun sebagai kontraktor pelaksana adalah CV Tri Prima Nusantara.

Terpisah, aktifis NGO Provinsi Sumatera Utara, Zainuddin Limbong saat ditemui, Kamis sore di kantornya Jalan Kejaksaan Medan mengaku telah memprediksi kalau proyek itu hanya akan menghambur-hamburkan uang rakyat saja.

“Waktu saya lihat bekas gudang mobil tangki itu akan dibangun lokasi pusat jajanan oleh Pemko Medan, saya pun heran kenapa disitu dibangun. Sebab selain lokasinya dinilai kurang strategis, luasnya juga kurang memadai. Makanya saya prediksi proyek itu akan percuma,” sesal Limbong mengingat akan sia-sianya miliaran rupiah uang rakyat untuk membiayai proyek tersebut.

Sementara itu, Lurah Terjun maupun Camat Medan Marelan, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya terkait proyek tersebut
(KRO/RD/Ganden)