Tempat Wisata di Jember Mirip Cendol Dawet

RADARINDO.co.id-Jember: Sejumlah daerah wisata di kabupaten Jember, Jawa Timur, setiap hari libur, terlebih -lebih di tahun baru 1 Januari 2022 kian ramai dikunjungi para pelancong.

Anehnya, kebijakan tersebut dinilai berat sebelah telah terjadi di Jember Jawa timur. Rasa keadilan dan kedisiplinan kurang begitu d terapkan.

Baca juga : Pemko Sidimpuan Salurkan Pupuk Bersubsidi

Salah satu contohn di berbagai wisata yang bergerak di bidang swasta tidak terkecuali wisata milik Pemkab Jember seperti wisata Patemon di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember yang di tutup sejak dua tahun yang lalu.Warga mengeluh ketidakadilan pemerintah masalah sandang pangan. Dan ketidakadilan masalah penanganan prokes di Jember.

Seperti di alun alun di jaga ketat dan masarakat di larang berkerumun. Disemua perbatasan di kabupaten tersekat rapi. Tapi kenapa wisata milik swasta di bebaskan buka. Mungkinkan berkerumun itu sudah di siapkan di wisata swasta dan bebas gak pakek masker.

Hal ini diungkapkan salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya, kepada RADARINDO.co.id Minggu (02/01/2022).Ibaratkan pengunjung seperti cendol dawet. Diperkirakan omset yang sangat besar ribuan pengunjung pulang dan pergi. Apalagi per kepala karcis yang harus di bayar Rp10.000 per kepala.

Salah satu tempat wisata milik swasta di Padang Rejo, Kecamatan Semboro, Jember, sejak di perlakuannya PPKM tidak pernah tutup dan tetap ramai pengunjung.

Baca juga : Walikota Bersama Forkopimda Sidimpuan Tinjau Pos Pengamanan Nataru

Sementara di wisata Patemon Tanggul sejak PPKM di Tutup total sehingga penjual di sekeliling Wisata pemandian Patemon kehilangan penghasilan.”Di mana rasa keadilan dan ketegasan pemerintah kabupaten terhadap kebijakan kebijakan dimasa Pandemi atau PPKM”, ujar warga heran.

Hingga berita ini dilansir, Camat setempat maupun Dinas Pariwisata Pemkab Jember belum berhasil dimintai keterangan. (KRO/RD/An)